MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Kabupaten Manggarai sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) bersama pada Sabtu hingga Minggu, 17-18 Januari 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di SMKN 1 Satar Mese, Wae Cepang, Desa Terong, Kecamatan Satar Mese Barat ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tali silaturahmi dan melakukan konsolidasi organisasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan alumni dari berbagai lintas generasi yang kini berkarier di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, akademisi, hingga praktisi hukum dan pengusaha.
Kehadiran para pengurus aktif DPC PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus juga menambah makna regenerasi dalam acara tersebut, menciptakan ruang dialog antara para senior dan kader aktif untuk memastikan keberlanjutan nilai-nilai perhimpunan tetap terjaga.
Malam Nostalgia: Refleksi dan Peneguhan Komitmen
Ketua Panitia Pelaksana, Bonifasius Manjur mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur yang mendalam kepada Tuhan atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ovan, sapaan Bonifasius, dalam laporannya mengulas gagasan umum di balik tema “Malam Nostalgia Alumni” yang diusung panitia.
Menurutnya, tema ini bertujuan untuk menyegarkan kembali ingatan kolektif seluruh alumni akan masa-masa perjuangan di perhimpunan, sekaligus mempertegas kembali komitmen pengabdian yang mungkin sempat meredup karena kesibukan profesi.
“Kita ingin setiap alumni yang hadir di sini tidak hanya sekadar melepas kangen, tetapi membawa pulang kembali api semangat perjuangan yang dulu pernah kita tempuh bersama di marga siswa. Nostalgia ini adalah energi untuk bergerak lebih progresif,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua DPC Forkoma PMKRI Manggarai, Aloysius Selama, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para alumni dan pengurus aktif.
Ia menjelaskan secara mendalam bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menekankan pentingnya berkumpul demi menyamakan persepsi antaralumni.
Baginya, kesamaan pandangan sangat diperlukan agar Forkoma dapat berkontribusi secara nyata bagi pembangunan gereja dan daerah.
“Eksistensi alumni harus dirasakan manfaatnya secara konkret. Jika persepsi kita sudah satu, maka Forkoma Manggarai akan menjadi kekuatan intelektual yang solid dalam mengawal setiap kebijakan publik dan pelayanan terhadap gereja,” tegas Aloysius.
Aloysius juga menegaskan bahwa pertemuan ini harus melampaui batas seremoni belaka.
Ia mendorong seluruh elemen yang hadir untuk melahirkan gagasan-gagasan positif dan solutif yang dapat langsung diimplementasikan dalam kerja-kerja nyata organisasi.
Alumni Berdampak: Aksi Nyata Forkoma PMKRI
Hadirnya perwakilan dari tingkat provinsi turut memberikan warna tersendiri dalam agenda konsolidasi tersebut.
Wilibrodus Kengkeng, mewakili DPD Forkoma PMKRI Nusa Tenggara Timur (NTT), menekankan bahwa pertemuan ini merupakan komitmen lanjutan dari hasil Retret (Ret-Ret) yang telah dilaksanakan sebelumnya untuk menghidupkan kembali pertemuan bulanan alumni guna memperkuat solidaritas internal.
“Konsolidasi ini adalah jembatan untuk memastikan koordinasi kita tidak terputus di tengah jalan. Kita harus memastikan bahwa di mana pun alumni PMKRI berada, mereka adalah lilin-lilin kecil yang menerangi masyarakat melalui integritas dan dedikasi yang tinggi,” ungkap Wilibrodus.
Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar agar gerak kolektif di Satar Mese Barat ini menjadi pemantik bagi daerah lain di NTT dalam merawat jejaring alumni secara berkelanjutan.
Dengan penguatan struktur yang konsisten, Forkoma diharapkan tidak hanya tumbuh besar secara kuantitas, tetapi juga mampu menonjolkan kualitas intelektual dan sosial yang berdampak nyata bagi kemajuan daerah melalui sinergi harmonis antara alumni lintas profesi bersama kader aktif PMKRI Cabang Ruteng.
“Kita tidak ingin forum ini hanya menjadi wadah berkumpul tanpa arah. Justru melalui sinergi antara kematangan pengalaman para alumni dan energi kritis dari pengurus aktif Cabang Ruteng, kita akan menciptakan perubahan sosial yang lebih terukur dan bermartabat di tanah Manggarai ini,” tutupnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para alumni mewujudkan kepedulian mereka melalui aksi sosial nyata dengan memberikan donasi untuk pembangunan Gereja Stasi Wae Cepang.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan bukti nyata kehadiran alumni PMKRI di tengah umat.
Selain aksi sosial, pertemuan di Wae Cepang ini juga menghasilkan poin strategis mengenai Agenda Nasional PMKRI.
Forkoma PMKRI Manggarai secara tegas menyatakan komitmennya untuk menyukseskan pelaksanaan Kongres dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) PMKRI pada Juli 2026 mendatang.
Forkoma memastikan akan mengerahkan seluruh potensi alumni untuk mendukung penuh kesuksesan hajatan besar tersebut.
Sinergi antara kematangan pengalaman para alumni dan energi kritis dari pengurus aktif Cabang Ruteng diharapkan mampu membawa dampak sosial yang lebih terukur, sekaligus menjaga marwah perhimpunan di tanah Manggarai melalui kerja-kerja nyata dan terarah.














