MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM– Aksi cepat tanggap ditunjukkan jajaran Polsek Lembor bersama pemerintah kecamatan dan warga Kampung Galang, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, dalam menangani jalan amblas yang mengancam akses vital antarwilayah, Kamis (12/2/2026).
Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Welak dan Kecamatan Kuwus tersebut mengalami amblas sepanjang kurang lebih 50 meter akibat pergeseran tanah dasar sejak awal Januari 2026. Kondisi itu sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok masyarakat.
Melihat urgensi situasi, Forkopimcam Welak berinisiatif melakukan penanganan darurat sebelum kerusakan semakin parah. Kapolsek Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P., bersama Camat Welak, Heribertus Manggas, S.K.L., serta Kepala Desa Galang, Dionisius Sokong, turun langsung meninjau lokasi sejak pukul 08.00 Wita.
“Kondisi jalan ini cukup memprihatinkan. Kami tidak ingin menunggu sampai akses ini benar-benar terputus. Ini adalah bentuk kepedulian bersama demi menjaga mobilitas warga tetap lancar,” ujar IPDA Vinsensius di sela kegiatan gotong royong.
Material berupa pasir dan batu (sirtu) didatangkan menggunakan truk sekitar pukul 10.40 Wita. Tanpa sekat, aparat kepolisian, perangkat desa, dan warga bahu-membahu meratakan material menggunakan peralatan sederhana seperti sekop dan pacul.
Camat Welak, Heribertus Manggas, mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam aksi swadaya tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam merespons cepat persoalan infrastruktur di wilayah terpencil.
“Jalan ini jalur strategis penghubung dua kecamatan. Perbaikan darurat ini sangat penting untuk mencegah risiko kecelakaan dan memperparah kerusakan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Galang, Dionisius Sokong. Ia menyebut partisipasi aktif warga menjadi bukti kuatnya solidaritas sosial di tengah keterbatasan.
“Kami bersyukur Polsek Lembor dan Pemerintah Kecamatan hadir bersama masyarakat. Ini membuktikan bahwa persoalan mendesak bisa kita tangani secara gotong royong,” katanya.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 14.00 Wita. Meski bersifat sementara, penanganan tersebut membuat badan jalan kembali rata dan lebih aman dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Aksi ini sekaligus menjadi pesan penting bahwa sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat mampu menjadi solusi cepat atas persoalan infrastruktur, sembari menunggu penanganan permanen dari pihak terkait.
Bagi warga Welak, kerja bersama di atas jalan Galang bukan sekadar menutup lubang, melainkan memperkuat semangat kebersamaan demi menjaga denyut perekonomian tetap berjalan.














