MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng kembali memperkuat komitmen pembinaan kepemimpinan mahasiswa.
Komitmen tersebut dinyatakan dalam pengukuhan 29 kader Synergoi Paulus Angkatan III yang berlangsung dalam suasana khidmat pada Minggu (22/02/2026).
Rangkaian acara sakral ini dibuka dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Ruteng, RP. Sebas Hobahana.
Kehadiran RP. Sebas menegaskan dukungan penuh Gereja lokal terhadap lahirnya kepemimpinan muda Katolik yang berkarakter.
Baca Juga: Rektor UNIKA Dorong 1304 Wisudawan Jadi Agen Kritis di Era Post-Truth
Intelektualitas dan Moralitas: Menjawab Krisis Makna di Era Digital
Pengukuhan ini merupakan puncak dari rangkaian kaderisasi intensif sejak 22 Januari hingga 8 Februari 2026 di Novisiat Sang Sabda Kuwu.
Selama masa pembinaan, para peserta menjalani proses formasi mendalam yang menitikberatkan pada aspek spiritualitas, karakter, kedisiplinan hidup bersama, hingga penguatan kesadaran sosial.
Wakil Rektor I Unika St. Paulus Ruteng, Marsel Ruben Payong, menegaskan peran krusial para kader dalam menghadapi tantangan global.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk memegang teguh identitas diri di tengah gempuran krisis makna, relativisme nilai, serta arus digitalisasi yang masif.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga nurani zaman. Para kader Synergoi Paulus harus mampu tampil sebagai pemimpin transformatif yang sederhana serta menjadi agen penggerak nyata dalam setiap lini kehidupan masyarakat,” ujar Marsel.
Ia menambahkan, kehadiran kader baru ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak kegiatan mahasiswa yang reflektif, humanis, serta responsif terhadap tantangan zaman.
Melalui pengukuhan ini, dinamika gerakan kemahasiswaan di lingkungan kampus diharapkan semakin kuat dan berdampak luas.
Senada dengan hal tersebut, pendamping Synergoi, RD. Frans Swan menyebut pengukuhan ini sebagai momen yang sangat bermakna bagi universitas.
Menurutnya, prosesi ini merupakan peneguhan panggilan dan tanggung jawab moral bagi para mahasiswa yang telah melewati proses kaderisasi secara intensif serta terstruktur.
“Universitas memandang kehadiran kader Synergoi Paulus sebagai investasi strategis dalam membentuk generasi yang mampu menjadi terang dan garam. Mereka adalah pembawa nilai integritas, solidaritas, serta resiliensi bagi kampus, Gereja, dan masyarakat,” ungkap RD. Frans.
Ia menjelaskan, melalui pembinaan selama masa kaderisasi, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan.
Para mahasiswa juga mengalami pembentukan diri secara utuh yang mencakup dimensi spiritual, emosional, sosial, dan moral sebagai fondasi menjadi pribadi yang beriman.
Baca Juga: Raih Akreditasi Unggul Terbanyak, UNIKA Santu Paulus Dinobatkan sebagai Kampus Berkualitas di Flores
Lebih lanjut, RD. Frans menekankan kader Synergoi Paulus dipersiapkan sebagai pribadi yang berkarakter, berjejaring, dan berjiwa transformatif.
Ia berharap para kader terus setia menghidupi nilai-nilai yang telah mereka terima serta berani mengambil peran nyata dalam membangun peradaban yang lebih manusiawi dan berkeadilan.
“Semoga para kader yang dikukuhkan hari ini terus setia menghidupi nilai-nilai yang telah mereka terima, serta berani mengambil peran nyata dalam membangun peradaban yang lebih manusiawi dan berkeadilan. Kehadiran mereka merupakan wujud nyata kampus dalam mendorong lahirnya pemimpin yang berorientasi pada pengabdian serta transformasi sosial,” tegas RD. Frans.
Acara pengukuhan ditandai dengan pembacaan komitmen kader dan peneguhan identitas sebagai anggota Synergoi Paulus.
Prosesi ini bukan sekadar akhir dari masa pelatihan, namun titik awal tanggung jawab baru dalam menghidupi nilai pelayanan serta kepemimpinan partisipatif dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Unika St. Paulus Ruteng terus berkomitmen melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki karakter kepemimpinan yang berorientasi pada pengabdian sosial di tengah masyarakat.
Penulis: Heribertus Harianto Harjo














