KUPANG, PENA1NTT.COM – Masa Prapaskah tahun 2026 menjadi momentum krusial bagi umat Katolik Paroki Santa Maria Immaculata Battuna, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, untuk menunjukkan kepekaan sosial di tengah masyarakat.
Mengusung tema APP “Gerakan misioner sebagai pembawa pengharapan”, umat memilih menerjemahkan ibadah spiritual ke dalam aksi nyata bagi kesejahteraan bersama sebagai wujud iman yang hidup.
Gotong Royong Benahi Akses Desa
Bencana banjir dan tanah longsor akibat intensitas hujan deras di Desa Tunbaun menyebabkan kerusakan parah pada salah satu jalan utama penghubung desa dan kecamatan.
Aliran air yang membawa material tanah serta batu dari lereng sekitar membuat akses kendaraan terganggu secara signifikan, sehingga mengisolasi aktivitas publik.
Kondisi jalan yang penuh lubang serta sebagian strukturnya runtuh ini sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga karena menghambat mobilitas harian dan mempersulit pengangkutan sumber daya alam menuju kota.
Meskipun pemerintah dan masyarakat telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan, hingga kini belum ada tanggapan jelas maupun langkah konkret dari pihak otoritas terkait.
Kondisi tersebut mendorong umat Paroki Santa Maria Immaculata Battuna bergerak secara swadaya mengumpulkan batu menggunakan alat sederhana untuk membenahi titik longsor usai melaksanakan ibadah katekese.
Pastor Paroki, RD. Jefry Bonlay, menjelaskan aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian integral dari penerapan nilai-nilai iman kristiani dalam dinamika kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan esensi puasa seharusnya menjadi momentum untuk meninggalkan sikap egois guna memberikan kontribusi terbaik bagi sesama yang sedang mengalami kesulitan.
“Puasa bukan hanya meninggalkan makanan, tetapi juga meninggalkan sikap egois dan berbuat baik bagi sesama. Saat melihat jalan kita rusak dan menyulitkan banyak orang, kami sepakat untuk mengubah waktu setelah ibadah menjadi waktu untuk membantu masyarakat luas,” tegas RD. Jefry.
Kepuasan batin pun dirasakan oleh para umat yang terlibat langsung dalam aksi gotong royong ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial sebagai warga negara dan anggota paroki.
Marietis Laot, salah satu umat yang hadir di lokasi, berharap melalui pembenahan serta pembersihan jalan ini, seluruh urat nadi aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala.
“Kita berdoa agar diberi kekuatan dan kesempatan untuk berbuat baik hari ini. Kita bisa mewujudkan aksi nyata kita dengan membenahi dan membersihkan jalan agar semua orang bisa lewat dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal,” ujar Marietis dengan penuh harap.
Seluruh warga menaruh harapan besar agar tindakan swadaya ini mendapat perhatian serius dari pemerintah sehingga ke depannya terdapat dukungan infrastruktur yang lebih permanen di daerah tersebut.
Kontributor: Sisilia Bhoko














