
MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM — Kisruh pengelolaan perahu bantuan dari dinas KPP (Ketahanan dan Pangan dan Perikanan) Kabupaten Manggarai Timur untuk Kelompok Nelayan Cemara Pante di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara terus tersoroti publik.
Dugaan kecurigaan publik terhadap transparansi program bantuan Dinas KPP Manggarai Timur tersebut belum mendapatkan titik terang dengan merespon polemik yang terjadi di kelompok Cemara Pante soal Dugaan Penyalahgunaan bantuan Perahu yang di kelola sepihak oleh Ketua Kelompok Cemara Pante, Barnabas Raba.
Sebelumnya, pada Minggu (05/10/2025), Kepada Media Kadis KPP, Kabupaten Manggarai Timur, Herman Kodi memberikan jawaban pasti, terkait merespon baik Polemik Perahu Bantuan tersebut dan menjadi atensi untuk siap di eksekusi.
Kadis KPP, Herman Kodi secara terbuka bahkan menyampaikan jika oknum Ketua Kelompok Nelayan Cemara Barnabas Raba di informasikan telah melakukan hal tidak terpuji, untuk itu polemik bantuan perahu tersebut akan di usut secara serius dan akan di dorong ke pihak Aparat Penegak Hukum.
“Sejak Kemarin di tahun 2022 dan 2023, Tim turun, karena Kami temukan Barnabas Raba, telah menjual satu persatu, seperti Pukat dan mesin. Pembuktian Kutansi penjualan tersebut akan menjadi bukti yang akan kami bawa ke Polisi dengan materi 10 ribu. Waktu tim kembali turun, ternyata dia berada di Pota dan tidak mengakui soal tersebut, sehingga dari pihak kepolisian mendorong agar di proses”. Jelas Kadis KPP, Herman Kodi.
Di tengah harapan dan Jawaban manis Kadis KPP, Herman Kodi, memantik kembali ketidakpercayaan publik, ketika penanganan penyelesaian polemik perahu bantuan tersebut terkesan berjalan di tempat.
Kadis Herman Kodi, terkesan bungkam, menghindar dan menutup diri serta tidak membuka ruang kordinasi lanjutan terkait atensi dan janji dinas KPP untuk mengusut tuntas menyelesaikan persoalan terhadap polemik perahu bantuan.
Berbagai upaya konfirmasi lanjutan melalui pesan dan panggilan WhatsApp kepada kadis Herman Kodi telah dilakukan oleh awak media. Pesan terbaca, panggilan berdering tapi tidak satu pun di balas atau teleponnya diangkat.
Warga Kelompok Cemara Pante menduga sikap bungkam Kadis KPP, Herman Kodi di indikasi terkesan cuci tangan dan sudah bermain mata dengan pihak Ketua kelompok Cemara Pante Barnabas Raba.














