Setelah Sepekan Pencarian, Jenazah Pelajar SMP Korban Tenggelam di Tiwu Pai Ditemukan

Setelah Sepekan Pencarian, Jenazah Pelajar SMP Korban Tenggelam di Tiwu Pai Ditemukan

 

Manggarai, pena1ntt.com – Setelah sepekan penantian yang diliputi kecemasan dan doa akhirnya berakhir dengan kabar duka. Jenazah seorang pelajar SMP yang sebelumnya dilaporkan tenggelam di kawasan Air Terjun Tiwu Pai, Desa To’e, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, akhirnya ditemukan pada Senin (19/1/2026) siang.

Korban diketahui bernama Armendo W. Jeferson (14), pelajar SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng. Ia dilaporkan tenggelam sejak Minggu, 11 Januari 2026, saat berwisata di lokasi tersebut.

Kepastian penemuan jenazah Armendo disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Manggarai, Alfred Bombang.

“Iya benar, korban sudah ditemukan,” ujar Alfred singkat.

Ditemukan 1 Km dari Lokasi Tenggelam

Alfred menjelaskan, jenazah Armendo ditemukan tidak di sekitar lokasi awal korban tenggelam, melainkan di aliran sungai wilayah Dusun Lengo Alo, Kampung Kalo.

“Lokasi penemuan berada sekitar satu kilometer lebih dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,” jelasnya.

Ia menambahkan, kuatnya arus sungai serta kondisi geografis kawasan Tiwu Pai yang curam diduga menjadi penyebab jasad korban terbawa arus hingga jarak yang cukup jauh dari lokasi awal kejadian.

Operasi SAR Ditutup, Pemantauan Warga Terus Dilakukan

Sebelumnya, proses pencarian terhadap Armendo telah dilakukan secara intensif selama tujuh hari oleh Tim SAR Gabungan, yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Namun, karena tidak membuahkan hasil, operasi SAR resmi ditutup pada Sabtu, 17 Januari 2026, dan korban dinyatakan hilang.

Meski operasi SAR telah dihentikan, upaya pemantauan tidak sepenuhnya berhenti. Warga bersama pemerintah desa tetap melakukan pengawasan di sepanjang aliran sungai.

Ketekunan dan kepedulian masyarakat inilah yang akhirnya membuahkan hasil dengan ditemukannya jenazah korban, sekaligus mengakhiri ketidakpastian yang selama ini membebani keluarga.

Tangis haru pecah saat jenazah Armendo ditemukan. Keluarga yang sejak awal berharap anak mereka dapat ditemukan, apa pun kondisinya, akhirnya mendapatkan kepastian. Meski berujung duka, kepastian ini memberi ruang bagi keluarga untuk melaksanakan prosesi adat dan pemakaman secara layak.

Peristiwa tragis ini menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang selama berhari-hari terlibat dalam proses pencarian.

Polisi Masih Menunggu Laporan Resmi

Sementara itu, pihak kepolisian mengaku belum menerima laporan resmi terkait penemuan jenazah tersebut. Kasi Humas Polres Manggarai, AKP Gusti Putu Saba Nugraha, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin siang, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan.

“Kami harus memastikan terlebih dahulu bahwa informasi tersebut benar atau tidak. Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan telah mencoba menghubungi Kapolsek Reo, namun terkendala jaringan komunikasi di wilayah tersebut.

Imbauan Keselamatan di Kawasan Wisata Alam

Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam, khususnya di air terjun dan sungai yang memiliki arus deras serta medan berbahaya.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memasang rambu-rambu peringatan demi mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Penemuan jenazah Armendo menutup babak pencarian panjang, namun duka mendalam akan terus membekas bagi keluarga dan masyarakat Manggarai.

IMG-20260217-WA0004
Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *