Rapat Komite SDI Todo Tengar: Komitmen Perkuat Transparansi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Para orang tua antusias mengikuti rapat komite sekolah pada Sabtu (14/02/2026).

MANGGARAI BARAT, PENA1NTT.COM – SDI Todo Tengar menempatkan transparansi dan keterlibatan publik sebagai mesin utama penggerak kualitas pendidikan.

Lembaga pendidikan yang terletak di Desa Golo Bore, Kecamatan Ndoso, Kabupaten Manggarai Barat ini membuktikan keberhasilan belajar siswa bukan hanya tanggung jawab guru di kelas.

Capaian tersebut merupakan hasil konsensus bersama antara orang tua, komite, dan pemerintah desa. Hal tersebut menjadi komitmen bersama yang dibahas secara mendalam melalui Rapat Komite Sekolah yang digelar Sabtu (14/02/2026).

Kepala Sekolah SDI Todo Tengar, Martinus Selinus Syukur, menekankan keterbukaan dalam tata kelola sebagai hal mutlak.

Ia membedah capaian positif tahun 2025, mulai dari peningkatan kedisiplinan hingga partisipasi aktif orang tua, tanpa menutup mata terhadap ruang-ruang penyempurnaan.

Bagi Martinus, setiap evaluasi menjadi pijakan untuk bekerja lebih akuntabel dalam memastikan setiap kebijakan berdampak langsung pada mutu pembelajaran.

“Dalam pengelolaan kami harus terbuka, transparan, akuntabel dan harus bekerja sama. Kami juga telah mengevaluasi program tahun 2025 yang berjalan dengan baik,” tegas Martinus.

Sejalan dengan visi tersebut, Ketua Komite Anselmus Dampu memposisikan lembaga yang dipimpinnya sebagai benteng pertahanan bagi kepentingan siswa.

Ditegaskan olehnya, komite siap menjadi mitra strategis guna mengawal setiap jengkal kebijakan sekolah.

Dukungan ini menjadi sinyal kuat jika sekolah tidak berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin dinamis.

“Kami mendukung penuh semua program sekolah. Keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kita bersama. Komite siap menjadi jembatan komunikasi serta mitra strategis dalam mengawal setiap kebijakan yang berpihak pada kepentingan siswa,” ucap Anselmus.

Dari sudut pandang kebijakan desa, Kepala Desa Golo Bore, Stefanus Genggang, memberikan penekanan krusial mengenai ketepatan sasaran bantuan pendidikan.

Ia mengingatkan para orang tua untuk mengonversi bantuan sosial menjadi alat penunjang belajar yang nyata.

“Bantuan sosial untuk anak sekolah harus digunakan sesuai peruntukannya, seperti membeli buku tulis, pulpen, seragam sekolah dan kebutuhan lainnya untuk menunjang kegiatan belajar,” ujar Stefanus.

Stefanus menggarisbawahi bahwa sinergi antara pihak desa dan sekolah merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat di tingkat lokal.

Tanpa dukungan nyata dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan pemerintah desa, inovasi yang dirancang oleh sekolah akan sulit tercapai.

Menurutnya, kolaborasi solid antara pemerintah dan orang tua menjadi syarat mutlak agar visi besar sekolah dalam menyiapkan masa depan anak-anak Golo Bore tidak sekadar menjadi wacana.

“Visi-misi sekolah hanya dapat tercapai melalui kolaborasi yang solid dan berkelanjutan,” tambahnya.

Menyongsong tahun 2026, SDI Todo Tengar telah menyusun peta jalan yang berfokus pada penguatan karakter dan peningkatan kualitas sarana prasarana.

Fokus pembahasan mencakup peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter siswa, pengembangan sarana prasarana, serta peningkatan keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan.

Melalui integrasi peran antara manajemen sekolah yang transparan dan dukungan orang tua, SDI Todo Tengar optimistis mampu melahirkan generasi masa depan yang unggul secara akademik maupun kepribadian.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *