Polisi Evakuasi Jenazah WNA Asal Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo

Polisi Evakuasi Jenazah WNA Asal Kanada Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Labuan Bajo

LABUAN BAJO, PENA1NTT.COM — Seorang warga negara asing (WNA) asal Kanada ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di kawasan wisata Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat sore, 13 Februari 2026, dan langsung ditangani aparat kepolisian setempat.

Korban diketahui berinisial ML (61), tamu Hotel Greenhill Labuan Bajo. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh staf hotel saat kegiatan pembersihan kamar. Posisi korban awalnya tampak seperti sedang beristirahat, sehingga sempat tidak menimbulkan kecurigaan.

Kecurigaan muncul setelah beberapa kali upaya mengetuk pintu kamar tidak mendapat respons. Saat pintu dibuka menggunakan kunci cadangan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi duduk bersandar di dinding kamar, leher terikat seutas tali.

Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi penggeledahan paksa di dalam kamar.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, menjelaskan bahwa kondisi TKP relatif rapi. Korban ditemukan dengan tali yang terikat di leher dan ujungnya dikaitkan pada tiang kayu penyangga lemari di dalam kamar.

“Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan tumpul atau tajam pada tubuh korban. Dugaan sementara korban meninggal akibat gantung diri,” kata AKP Lufthi saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).

Polisi juga mengamankan sejumlah barang pribadi korban, antara lain paspor, dompet, lencana Polisi Militer Kanada, serta dokumen asuransi. Selain itu, petugas menemukan secarik kertas yang diduga merupakan surat wasiat.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Komodo untuk dilakukan visum luar. Hasil pemeriksaan medis menunjukkan tanda-tanda khas asfiksia akibat gantung diri, seperti sianosis dan lidah tergigit.

Saksi terakhir yang melihat korban dalam keadaan hidup adalah petugas keamanan hotel, yang berpapasan dengan korban pada Kamis malam, 12 Februari 2026, di area restoran hotel. Saat itu, korban terlihat membawa kantong plastik berisi makanan ringan dan tidak menunjukkan perilaku mencurigakan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Kanada untuk proses penanganan lebih lanjut, termasuk pemulangan jenazah ke negara asal.

Meski indikasi kuat mengarah pada bunuh diri, kepolisian menyatakan tetap mendalami latar belakang dan motif korban guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa berjalan transparan dan akuntabel.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *