Penulis: Maria Jenifer Hangul (Mahasiswa Prodi S1 Kebidanan STIKES St. Paulus Ruteng)
Ruteng, Pena1NTT.Com – Pernikahan dini adalah pernikahan diusia muda dibawah umur 21 tahun. Pernikahan dini masih menjadi fenomena yang sering dijumpai di berbagai daerah, terutama di pedesaan.
Banyak faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini, mulai dari alasan ekonomi, budaya, hingga kurangnya pendidikan dan pemahaman tentang risiko yang ditimbulkannya.
Meskipun sebagian orang menganggap pernikahan dini sebagai hal yang wajar, saya berpendapat bahwa pernikahan dini lebih banyak membawa dampak negatif daripada manfaatnya.
Dari segi kesehatan, pernikahan dini sangat berisiko bagi perempuan. Tubuh remaja belum siap untuk menjalani kehamilan karena alat reproduksi belum siap untuk dibuahi
dan persalinan, sehingga dapat menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian ibu dan bayi.
Selain itu, dari sisi psikologis, pasangan muda biasanya belum matang secara emosional untuk menghadapi tanggung jawab rumah tangga, yang sering kali berujung pada konflik dan perceraian.
Pernikahan dini juga berdampak besar terhadap pendidikan. Banyak remaja, terutama perempuan, yang terpaksa berhenti
sekolah setelah menikah.
Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri dan memperbaiki taraf hidup di masa depan. Hal ini memperkuat lingkaran kemiskinan yang sulit diputus.
Pemerintah sebenarnya telah menetapkan batas usia minimal menikah, yaitu 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Namun, aturan ini akan percuma jika masyarakat tidak menyadari pentingnya pendidikan dan kematangan sebelum menikah.
Oleh karena itu, diperlukan peran orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi serta pentingnya menunda pernikahan sampai usia matang.
Dengan demikian, saya berpendapat bahwa pernikahan dini bukanlah solusi, melainkan awal dari berbagai permasalahan baru.
Masa remaja seharusnya digunakan untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,
bukan untuk memikul tanggung jawab rumah tangga sebelum waktunya.














