MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Proses pencarian sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memasuki babak penentuan setelah Panitia Seleksi (Pansel) resmi menetapkan enam kandidat terbaik.
Seleksi ini dilakukan untuk mengisi kursi jabatan yang ditinggalkan oleh Kosmas Damianus Lana, yang telah memasuki masa purna bakti atau pensiun per 1 Oktober 2025 lalu.
Selama masa transisi menuju pejabat definitif, roda birokrasi saat ini dijalankan oleh Rita Wuisan yang menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda NTT.
Perjalanan seleksi ini dimulai dengan antusiasme yang cukup tinggi, di mana tercatat total 20 pelamar mendaftarkan diri.
Setelah melalui verifikasi dokumen yang mendalam, sebanyak 18 kandidat dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Persaingan yang kompetitif kemudian membawa proses evaluasi ke tahap rekapitulasi nilai rekam jejak, uji kompetensi bidang, hingga wawancara, yang akhirnya mengerucutkan pilihan Panitia Seleksi menjadi enam nama dengan peringkat nilai terbaik berdasarkan pengumuman resmi nomor 08/Pansel-JPT/XII/2025 pada Minggu, 21 Desember 2025.
6 Besar Calon Sekda NTT
Keenam figur yang terpilih ini merepresentasikan keberagaman profil pemimpin birokrasi yang mumpuni.
Alfonsus Theodorus saat ini menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda Provinsi NTT, sementara Fransiskus Sales Sodo merupakan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat.
Nama lain yang masuk dalam daftar adalah Noldy Hosea Pellokila selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, serta Paskalis Ola Tapobali yang saat ini mengemban amanah sebagai Penjabat Bupati Lembata sekaligus Sekda definitif Kabupaten Lembata.
Selain itu, terdapat Ruth Diana Laiskodat yang menjabat sebagai Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi NTT, dan Servulus Bobo Riti yang memiliki pengalaman di instansi pusat sebagai Inspektur III pada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas proses ini tanpa intervensi politik.
“Saya pastikan tidak ada titip-menitip dalam seleksi ini. Siapa pun yang terpilih nanti adalah mereka yang benar-benar memiliki skor tertinggi dan kompetensi yang teruji. Kita butuh Sekda yang bisa berlari kencang menerjemahkan program pemerintah menjadi aksi nyata di masyarakat,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur Melki juga menegaskan pentingnya profesionalisme karena Pemerintah Provinsi NTT membutuhkan sosok “motor penggerak” birokrasi yang mampu menjembatani kebijakan politik dan implementasi di lapangan.
Ia berharap proses yang dilakukan secara terbuka ini dapat menghasilkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara administratif, tetapi juga memiliki integritas tinggi serta mampu berakselerasi dalam melayani masyarakat NTT.
Untuk menjaga objektivitas dan netralitas, Panitia Seleksi yang diketuai oleh Prof. Dr. Alo Liliweri tidak bekerja sendiri.
Proses ini juga melibatkan tim asesor dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat untuk memastikan bahwa setiap aspek manajerial dan sosial kultural para kandidat diukur menggunakan standar nasional yang transparan.
Selain itu, keterlibatan unsur akademisi dan profesional dalam tim penguji bertujuan untuk menepis keraguan publik mengenai adanya potensi nepotisme dalam penentuan jabatan birokrasi tertinggi di Bumi Flobamora tersebut.
Sebagai langkah akhir menuju penetapan tiga besar yang akan diusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Kemendagri, keenam kandidat ini diwajibkan mengikuti Uji Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural oleh Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN.
Ujian krusial ini berlangsung pada Senin, 22 Desember hingga Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Assessment Center BKD Provinsi NTT.
Para kandidat diinstruksikan hadir dengan mengenakan busana motif daerah sebagai simbol identitas budaya dan kebanggaan Nusa Tenggara Timur.














