Panen Prestasi, SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng Raih Juara Kompetisi Lokal Hingga Nasional

Ruteng, Pena1NTT.Com – SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng kembali menorehkan tinta emas di kancah kompetisi akademik maupun non-akademik, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Rentetan prestasi gemilang ini membuktikan komitmen sekolah dalam menghasilkan siswa-siswi berdaya saing tinggi dan bermental juara.

Piala dan medali yang berhasil dikumpulkan oleh para siswa mendapatkan ganjaran hadiah dari pihak sekolah dalam rangkaian kegiatan Gebyar Sumpah Pemuda pada Rabu (29/10/2025).

Dominasi di Kancah Nasional: Prestasi Akademik yang Mencolok

Tahun 2023 menjadi awal kejayaan dengan pencapaian luar biasa dari Maria Irene Celsi Parera, yang sukses memboyong 4 medali tingkat nasional.

Ia meraih 2 medali emas untuk mata pelajaran Matematika dan Biologi tingkat nasional 2023.

Maria juga menyabet 1 medali perak mata pelajaran Kimia tingkat nasional 2023 serta 1 medali perunggu mata pelajaran Fisika tingkat nasional 2023.

Prestasi akademik berlanjut hingga tahun 2024 dan 2025 dengan diraihnya medali perunggu tingkat nasional oleh beberapa siswa di bidang ilmu sosial.

Dina Indria Vironika meraih 2 medali perunggu di mata pelajaran PPKN dan Sosiologi tingkat nasional tahun 2024, dan Dolfi Lejo juga menyabet 1 medali perunggu mata pelajaran Sosiologi tingkat nasional 2024.

Selain itu, dalam ajang kompetisi bergengsi Kompetisi Nasional Indonesia 6.0 tahun 2025, siswa-siswi SMAK St. Thomas Aquinas menunjukkan keunggulan di bidang pengetahuan umum dan wawasan kebangsaan, di mana Frederikus Anwar Geli meraih piagam dan medali emas mata pelajaran pengetahuan umum, dan Bernardus Josse Zoromondo meraih medali emas mata pelajaran Wawasan Kebangsaan.

Sebelumnya, di tingkat provinsi, Firman Katu juga telah menyumbangkan medali perunggu mata pelajaran Sosiologi pada tahun 2023.

Aksi Memukau di Bidang Olahraga dan Seni

Tak hanya unggul di bidang akademik, bakat dan minat siswa di bidang non-akademik juga diakui secara nasional, terutama di cabang olahraga beladiri.

Cabang olahraga Kempo dan Taekwondo menjadi penyumbang medali yang signifikan.

Aierdus Januarco Bahagia meraih total 4 medali kejuaraan Kempo tingkat nasional, terdiri dari medali perak dan perunggu pada tahun 2024 , serta 2 medali (perak dan perunggu) pada tahun 2025.

Romian San juga menyumbangkan medali perunggu kejuaraan Kempo tingkat nasional 2024.

Sementara itu, prestasi membanggakan juga diraih di cabang Taekwondo oleh Fauzi Andi Mahardika Kedang yang mengumpulkan 3 medali, yaitu medali perak kejuaraan open turnamen tahun 2024, medali emas untuk lomba pemecahan tingkat nasional tahun 2025, dan medali emas untuk KYURUGI tingkat nasional tahun 2025.

Melengkapi dominasi ini, Bernardus Josse Zoromondo juga meraih Juara 3 lomba KYURUGI junior putra tingkat nasional.

Prestasi di Bidang Kreatif dan Lomba Khusus

Kreativitas dan keterampilan siswa juga mendapat tempat kehormatan. Frederikus Anwar Geli menambah koleksi prestasinya dengan mendapat sertifikat dan piagam penghargaan juara 1 lomba menulis buku tingkat nasional 2025 yang berjudul Hidupku Bahagia.

Selain itu, sekolah juga menorehkan prestasi di ajang bergengsi seperti FLS2N dan Lomba Kitab Suci, di mana Margareta Lisa Agustin menjadi Juara 1 lomba FLS3N dan Juara Lomba Quis kitab suci.

Apresiasi dan Semangat Sumpah Pemuda

Dalam sambutan saat penyerahan piala, Kepala Sekolah SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng, Fransiskus Rodriques Rusman, menyampaikan rasa bangga yang mendalam.

“Prestasi yang diraih anak-anak kita, baik di bidang sains, sosial, maupun olahraga dan seni, adalah bukti bahwa SMAK St. Thomas Aquinas mampu bersaing dan unggul di tingkat nasional,” ujarnya.

Menyikapi pencapaian ini, pihak sekolah, diterangkan Fransiskus, memberikan penekanan khusus pada filosofi pendidikan sekolah.

Menurutnya, prestasi yang didapat oleh para siswa merupakan komitmen sekolah untuk menanamkan integritas nilai dan dasar ilmiah yang kokoh.

“Kami mendidik siswa untuk memiliki kedalaman berpikir ilmiah agar mampu menghadapi tantangan global, karena kami percaya, nilai akademik yang tinggi adalah fondasi utama untuk setiap pencapaian, dan medali ini adalah resonansi dari semangat itu,” tambahnya.

Fransiskus tutut menyampaikan terimakasih kepada orang tua murid dan seluruh civitas akademika yang telah bekerja keras secara bersama membimbing para siswa.

Ia berharap, kolaborasi yang telah terjalin dapat terus terjaga demi meningkatkan capaian prestasi di waktu yang akan datang.

Rasa syukur dan motivasi juga disampaikan oleh perwakilan siswa berprestasi.

Maria Irene Celsi Parera, peraih dua medali emas nasional, berbagi inspirasi dan kiat suksesnya.

Celsi sapaan Maria kepada media ini menyampaikan kunci keberhasilannya adalah disiplin dan ketekunan.

Ucapan terimakasih ia sampaikan kepada sang mama dan para guru yang telah memberikan pendampingan sehingga ia dapat meraih prestasi tersebut.

“Jangan minder dan takut untuk bersaing dengan yang lain. Semua kita punya kesempatan yang sama untuk mencapai prestasi di semua hal. Kuncinya tekun dan disiplin,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Frederikus Anwar Geli, peraih medali emas Kompetisi Nasional dan Juara 1 Lomba Menulis Buku.

“Menulis dan belajar adalah dua sisi yang saling menguatkan. Sekolah memberikan ruang bagi kami untuk berkembang, bukan hanya di mata pelajaran wajib, tetapi juga pada minat semua siswa,” terang Frederikus.

Ia berharap, momentum sumpah pemuda tahun 2025 ini, capaian prestasi yang mereka dapatkan menjadi motivasi bagi para siswa lainnya untuk terus berkembang dan menorehkan prestasi yang serupa.

” Semoga buku saya bisa menginspirasi teman-teman untuk terus berkreasi dan menjadikan prestasi ini sebagai langkah awal kami membawa nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

Sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas dedikasi dan pencapaian luar biasa ini, pihak SMAK St. Thomas Aquinas Ruteng berkomitmen memberikan beasiswa penuh bagi para peraih medali.

Peraih medali emas akan dibebaskan dari biaya sekolah selama tiga tahun. Sementara itu, peraih medali perak berhak atas pembebasan biaya sekolah selama dua tahun, dan peraih medali perunggu akan mendapatkan beasiswa bebas biaya sekolah selama satu tahun.

Kebijakan ini menegaskan komitmen sekolah untuk terus mendukung dan memotivasi siswa agar senantiasa berinovasi, berkreasi, dan meraih prestasi tertinggi di masa yang akan datang.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *