Manggarai Zero Dosis Imunisasi, Program PERISAI Resmi Diluncurkan di Puskesmas La’o

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai secara resmi memulai langkah serius dalam menanggulangi masalah Zero Dosis Imunisasi dengan meluncurkan program PERISAI (Pemberian Imunisasi Anak).

Acara peluncuran program unggulan ini dipusatkan di Gendang Lawir, yang berada di wilayah kerja Puskesmas La’o, Kecamatan Langke Rembong, pada Selasa (9/12/2025).

Kegiatan launching dihadiri oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan/Kelurahan, staf UPTD Puskesmas La’o dan warga setempat.

Fokus Utama: Jangkau Anak Balita

Staf Ahli TP-PKK Kabupaten Manggarai, Nyonya Apolonia Ijuk Abu kepada media ini menjelaskan, kegiatan launching tersebut merupakan yang kedua setelah launching pertama diresmikan oleh Ketua TP-PKK Provinsi NTT.

Istri Wakil Bupati Fabi Abu ini juga turut mengapresiasi antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut. Antusias masyarakat ini menurutnya menjadi momentum positif untuk keberlanjutan program.

“Antusias masyarakat yang datang mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Ini momentum baik yang perlu dijaga, kolaborasi lintas sektor mesti menjadi perhatian bersama agar program ini bisa berjalan optimal,” jelasnya.

Ny. Apolonia menambahkan, PERISAI adalah upaya komprehensif untuk memastikan setiap anak di Manggarai mendapatkan perlindungan penuh dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Pemilihan Puskesmas La’o sebagai lokasi peluncuran menandai komitmen untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam menyukseskan program kesehatan unggulan ini.

Ia berharap, program tersebut dapat berkelanjutan demi mencapai Manggarai Zero Imunisasi.

“Program PERISAI adalah komitmen kita untuk melindungi anak-anak, dan peluncuran di Gendang Lawir hari ini menunjukkan bahwa program ini didukung penuh oleh masyarakat hingga ke akar rumput,” tegasnya.

Senada dengan itu, Gabriel Amir, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Manggarai menambahkan, program Perisai ini sejalan dengan komitmen dan kewajiban Pemerintah Daerah untuk menciptakan masyarakat sehat khususnya anak-anak balita.

“Poin pentingnya adalah mencegah kasus penyakit KLB pada anak-anak balita di Kabupaten Manggarai,” jelasnya.

Dipaparkan oleh Gabriel, Manggarai saat ini berada di angka 1.600 total imunisasi dari jumlah 3.000 balita yang muncul dalam aplikasi kementrian sejak tahun 2024.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Manggarai berada pada posisi keempat dari kabupaten/kota se-NTT yang telah gencar melaksanakan program imunisasi.

“Berkat kerja kolaborasi lintas sektor yang telah berjalan, progres kabupaten Manggarai saat ini sangat baik. Kedepan, kerja kolaborasi akan semakin giat agar angka tersisa yang menjadi target dapat direalisasikan,” ucapnya.

Gabriel juga menyampaikan komitmen Pemerintah melalui Dinkes Kabupaten Manggarai untuk menjangkau semua Puskesmas agar program tersebut dapat berjalan secara serempak.

Untuk diketahui, program PERISAI ini secara spesifik berfokus pada dua hal utama. Pertama, menyediakan layanan Imunisasi Kejar (catch-up) secara masif bagi anak-anak yang tertunda atau belum lengkap vaksinasinya.

Kedua, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dengan melibatkan Tim Penggerak PKK, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama untuk menyebarkan informasi positif serta melawan keraguan tentang imunisasi.

Dengan adanya dukungan komunitas adat, diharapkan penyebaran informasi kesehatan akan lebih efektif.

PKM La’o sebagai Model Percontohan

Wilayah Puskesmas La’o sendiri dijadikan model percontohan (pilot project) dalam pendataan akurat anak zero dose dan pelaporan digital program ini.

Menanggapi ditunjuknya wilayah kerja sebagai pilot project, Kepala Puskesmas (Kapus) PKM La’o, Mikael Eduard Keluman menyatakan kesiapan timnya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan 19 pos posyandu agar sosiliasi dan target kerja semakin digencarkan.

“Kami, sebagai garda terdepan, siap bergerak cepat. Puskesmas La’o sudah menyiapkan tim penjangkauan yang akan melakukan sweeping dari rumah ke rumah, bahkan hingga ke lokasi yang sulit dijangkau. Kami tidak ingin ada satu pun anak di wilayah kami yang terlewat dari ‘Perisai Kesehatan’ ini,” ujar Kapus Edu.

Kapus Edu juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan kader posyandu dan tokoh masyarakat lokal di Gendang Lawir akan menjadi kunci sukses dalam pendataan akurat anak zero dose.

Diharapkan, dengan semangat gotong royong yang dipancarkan dari Gendang Lawir, program PERISAI dapat berhasil menjadi benteng kesehatan yang melindungi seluruh generasi muda di Kabupaten Manggarai.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Nana Patris Agat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *