Lima Bulan Alami Krisis Air, Sumur Bor Kampung Sere Kembali Normal, Warga Apresiasi Respons Cepat BWS

Lima Bulan Alami Krisis Air, Sumur Bor Kampung Sere Kembali Normal, Warga Apresiasi Respons Cepat BWS

Manggarai Timur, pena1ntt.com — Setelah mengalami kekeringan pasokan air bersih selama kurang lebih lima bulan, warga Kampung Sere, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, akhirnya kembali dapat menikmati aliran air dari sumur bor yang menjadi sumber utama kebutuhan masyarakat setempat.

Ketua pengelola sumur bor Kampung Sere, Petrus Ungga, menjelaskan bahwa terhentinya distribusi air disebabkan oleh kerusakan dinamo mesin pompa. Akibat gangguan tersebut, seluruh warga pengguna sumur bor tidak menerima pasokan air sama sekali selama berbulan-bulan.

“Selama lima bulan air tidak mengalir sama sekali karena dinamonya rusak. Sebagai ketua yang dipilih masyarakat, saya menginisiasi pertemuan dengan seluruh keluarga pengguna sumur bor untuk mencari jalan keluar,” ujar Petrus, Senin (20/1/2025).

Dari hasil musyawarah tersebut, lanjut Petrus, warga sepakat menyurati Balai Wilayah Sungai (BWS) guna meminta perhatian dan bantuan perbaikan. Surat tersebut juga ditembuskan ke DPRD Provinsi NTT Komisi IV, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta instansi terkait lainnya.

Ia mengungkapkan bahwa keberadaan sumur bor sejak awal sangat membantu masyarakat Kampung Sere, mengingat sebelumnya warga harus membeli air dengan biaya yang cukup tinggi.

“Dulu sebelum ada sumur bor, satu viber air bisa mencapai Rp50.000. Dalam sebulan, ada keluarga yang mengeluarkan biaya sampai Rp700.000 hanya untuk air. Karena itu kami mengajukan proposal ke BWS dan syukur, pada tahun 2013 sumur bor ini dibangun,” jelasnya.

Menanggapi laporan kerusakan terbaru, Petrus menyebut Balai Wilayah Sungai memberikan respons positif. Tim teknis BWS turun langsung ke lokasi untuk melakukan perbaikan dan pengujian mesin pompa.

“Hari ini sudah dilakukan uji coba. Air kembali mengalir deras dan jernih. Ini tentu menjadi kebahagiaan besar bagi masyarakat Kampung Sere,” katanya.

Dengan kembalinya fungsi sumur bor, beban ekonomi warga pun jauh berkurang. Saat ini, masyarakat hanya dikenakan biaya operasional sebesar Rp25.000 untuk pembelian pulsa meteran air.

“Atas nama seluruh warga Kampung Sere, kami menyampaikan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai, PPK, DPRD Provinsi NTT Komisi IV, serta semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama,” ungkap Petrus.

Ia memastikan bahwa kondisi sumur bor saat ini telah kembali normal dan berfungsi dengan baik.

“Semua proses perbaikan dilakukan langsung oleh tim BWS dan hasilnya sudah kami rasakan,” ujarnya.

Petrus juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas sumur bor tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Ia berharap ke depan, jika terjadi kendala serupa, komunikasi dan respons dari pihak terkait dapat tetap berjalan cepat.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap kerja sama yang baik ini terus terjaga demi kepentingan bersama,” pungkasnya.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor pena1ntt.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *