Berita  

Ketika Harapan Tersisa di Kasur Lusuh: Kisah Haru Kristoforus, Penderita Sindrom Langka

Kristoforus Penderita Sindrom Langkah berbaring lemas mohon bantuan dari Pemda Manggarai Timur

Manggarai Timur, Pena1NTT.com — Seorang remaja bernama Kristoforus Kalabua (15), asal Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, harus berjuang melawan penyakit langka Sindrom Proteus — kondisi medis yang sangat jarang ditemukan di wilayah tersebut.

Menurut keterangan medis, penderita Sindrom Proteus di Kabupaten Manggarai Timur hanya tercatat satu hingga dua orang saja. Akibat penyakit itu, tubuh Kristo mengalami pembesaran tidak normal pada beberapa bagian, sehingga ia kini hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Kedua orang tuanya, Nahor Ale Kalabua dan Kristina Yasin, mengaku kesulitan ekonomi untuk membiayai pengobatan putra mereka.

“Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah desa maupun kabupaten. Sempat pemerintah desa datang foto tahun 2020–2021, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar Ale, Selasa (7/10/2025).

Kristo pernah mendapatkan penanganan awal dari Bidan Anita dan Pater Galus. Menurut Ale, bidan sempat merekomendasikan konsumsi susu medis khusus Nutrinidrink, namun lantaran keterbatasan ekonomi, keluarga tidak mampu membelinya.

“Bidan Anita waktu itu menyarankan susu SGM Ananda, tapi yang direkomendasikan sebenarnya Nutrinidrink. Kami tidak bisa beli karena tidak ada uang,” katanya lirih.

Kondisi tersebut membuat Kristo kini dirawat seadanya di rumah, tanpa fasilitas medis memadai dan tanpa perhatian serius dari pihak pemerintah.

Keluarga berharap adanya tindakan nyata dari pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, maupun bantuan sosial dari masyarakat, agar Kristo bisa mendapatkan penanganan medis yang lebih layak dan memiliki harapan untuk pulih.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: NinonkEditor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *