Manggarai-Pena1-Ntt.com-
Kelangkaan minyak tanah yang terjadi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai telah menyebabkan keresahan di masyarakat.
Banyak warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah karena agen minyak tanah tidak memenuhi kuota distribusi.
Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya kepada media ini, menjelaskan, bahwa kelangkaan minyak tanah di Kecamatan Reok, di duga di sebabkan oleh praktik nakal agen minyak tanah PT. Wae Telang Jaya, milik Sil Kumpul.
“Agen Pt. Wae Telang Jaya di duga telah melakukan praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab dengan menjual minyak tanah lebih besar kuotanya ke luar wilayah kecamatan Reok tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Reok.
Menurutnya, pihak Pertamina menyiapkan Kebutuhan minyak tanah kepada setiap agen itu kuotanya 300 Ton, dan harus di habiskan dalam sebulan.
Ironisnya, Ketersediaan kebutuhan minyak tanah yang di berikan oleh pihak agen ke pemilik Pangkalan minyak tanah itu sangat terbatas, hanya 5 Ton saja, dengan harga penjualan yang begitu besar dan di atur oleh pihak agen ke pemilik pangkalan minyak tanah.
Lantas ke manakah sisa ratusan Ton minyak tanah tersebut di bawah ?..
Hal inilah yang menyebabkan kelangkaan minyak tanah di Reok, membuat masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar yang sangat dibutuhkan”. Jelasnya, (Sabtu, 03/01/2025).
*Pemerintah Diminta Mengawasi Pendistribusian Minyak Tanah*
Akibat kelangkaan minyak tanah di Kecamatan Reok yang terus berlarut-larut, Warga Reok meminta pemerintah untuk mengawasi pendistribusian minyak tanah dari beberapa agen yang ada di Kecamatan reok termasuk agen minyak tanah Pt. Wae Telang Jaya sampai ke setiap pangkalan minyak tanah.
Mereka berharap pemerintah dapat memastikan bahwa minyak tanah didistribusikan secara adil dan merata di Kecamatan Reok.
“Kita meminta pemerintah untuk serius mengawasi pendistribusian minyak tanah. Agen minyak tanah harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Reo, bukan hanya mencari keuntungan semata,” ujar salah satu warga, yang enggan menyebutkan namanya kepada media.
*Dampak Kelangkaan Minyak Tanah*
Kelangkaan minyak tanah telah berdampak pada masyarakat kecil yang sangat bergantung pada minyak tanah untuk kebutuhan sehari-hari.
Banyak warga yang terpaksa harus membeli minyak tanah dengan harga yang lebih mahal dari pedagang ilegal, sehingga membebani keuangan mereka.
“Kita sangat bergantung pada minyak tanah untuk memasak dan menjalankan usaha kecil-kecilan. Jika minyak tanah langka, maka kita akan mengalami kesulitan besar,” ujar salah satu warga.
*Pemerintah Harus Bertindak*
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah di Kecamatan Reok.
Mereka meminta pemerintah untuk mengawasi agen minyak tanah dan memastikan bahwa minyak tanah didistribusikan secara adil dan merata.
“Kita berharap pemerintah dapat serius menangani masalah ini. Kita tidak ingin lagi mengalami kelangkaan minyak tanah yang berdampak pada kehidupan sehari-hari kita,”
Dengan demikian, diharapkan pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah dan memastikan bahwa masyarakat Kecamatan Reok dapat memenuhi kebutuhan mereka dengan mudah.
Sampai berita ini diterbitkan, upaya media untuk menghubungi Agen Minyak Tanah PT Wae Telang Jaya belum membuahkan hasil. Nomor kontak sulit dijangkau, sehingga pihak media belum bisa mendapatkan pernyataan atau klarifikasi dari pihak terkait. Kami akan terus berusaha untuk mendapatkan informasi dan memperbarui berita ini jika ada perkembangan lebih lanjut.


