Berita  

Elvis Jehama, Simbol Wakil Rakyat yang Tidak Hanya Berbicara – Tapi Bekerja

Elvis Jehama, Anggota DPRD Matim dapil V Kota Komba dan Kota Komba Utara saat meninjau Lokais Tanah bergerak di Nenu, Paan Leleng (Foto:Innong)

Pemimpin sejati bukan yang berbicara paling lantang di mimbar, tapi yang paling cepat melangkah saat rakyatnya dalam duka”, Elvis Jehama.

Manggarai Timur, pena1ntt.com – Di tengah kondisi infrastruktur yang masih tertinggal di pedalaman Manggarai Timur, nama Elvis Jehama mencuat sebagai sosok wakil rakyat yang tidak hanya hadir di ruang sidang, tapi juga turun langsung ke lapangan bersama masyarakat.

Di Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, jalan rusak dan sungai Waemokel yang deras saat musim hujan menjadi rintangan sehari-hari warga. Dalam situasi itu, Elvis Jehama, anggota DPRD Manggarai Timur, terlihat membantu warga menyeberangi sungai — menggotong motor, bahkan menggendong anak-anak agar tak terbawa arus.

Aksi itu viral dan mendapat banyak apresiasi. Namun bagi warga, yang lebih penting adalah makna di balik tindakan tersebut: wakil rakyat yang benar-benar hadir di saat rakyat membutuhkan.

“Beliau tidak datang hanya saat kampanye, tapi saat kami butuh bantuan,” ujar Kornelis, warga Gunung Baru.

Mendengar dan Bertindak

Saat masa reses Desember 2024, Elvis mendatangi Desa Golo Tolang, Ndalir, Ndei, hingga Pau. Ia tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga memberikan bantuan material untuk memperbaiki bak air di Wae Nggong — kebutuhan vital bagi warga yang selama ini kekurangan air bersih.

“Pak Elvis bukan cuma bicara. Ia bantu langsung,” kata Yosefa, ibu rumah tangga di Desa Pau.

Langkah ini menjadi contoh bahwa fungsi reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan kesempatan nyata untuk mendengar, menyentuh, dan bertindak.

Tanggap saat Bencana

Ketika tanah bergerak mengguncang Kampung Nenu, Desa Paan Leleng, awal 2025, Elvis datang membawa bantuan rumah darurat bagi delapan keluarga terdampak. Itu sudah kali keempat ia mengunjungi lokasi sejak bencana pertama terjadi.

Demikian pula saat kebakaran melanda tiga rumah warga di Desa Ruan pada Desember 2024 — Elvis segera turun tangan bersama aparat setempat, membawa bantuan pangan dan kebutuhan mendesak lainnya.

“Kehadirannya memberi semangat bagi warga yang tertimpa musibah,” ungkap Kepala Desa Ruan.

Suara Tegas untuk Keadilan

Pada Agustus 2025, ketika masyarakat Kota Komba diguncang kasus kekerasan terhadap anak, Elvis Jehama tampil dengan sikap tegas. Ia mengecam pelaku, menuntut penegakan hukum transparan, dan mendorong pemerintah memberi perlindungan maksimal bagi korban.

Langkah ini mempertegas bahwa kepeduliannya tidak hanya di bidang infrastruktur, tetapi juga pada keadilan sosial dan kemanusiaan.

Menjawab Kritik dengan Kerja Nyata

Sebagian warga memang masih menantikan pembangunan jembatan dan jalan utama. Namun Elvis menjawabnya bukan dengan janji, melainkan dengan tindakan konkret: Menghubungi Dinas PUPR ke DPRD untuk membahas anggaran pembangunan jembatan Waemokel — akses vital bagi warga pedalaman.

“Aspirasi rakyat tidak boleh berhenti di pinggir sungai. Harus sampai ke meja kebijakan,” tegas Elvis di ruang rapat DPRD.

Pemimpin yang Hadir, Bukan Sekadar Janji

Bagi banyak warga, Elvis Jehama kini menjadi simbol wakil rakyat yang bekerja dengan hati. Ia hadir di tengah masyarakat, mendengarkan, membantu, dan memperjuangkan mereka yang selama ini seolah dilupakan pembangunan.

“Beliau datang bukan membawa janji, tapi membawa harapan,” kata Thomas, tokoh muda di Kota Komba.

Dalam lanskap politik lokal yang sering diwarnai janji tanpa realisasi, Elvis Jehama tampil sebagai pengecualian — sosok yang menghidupkan kembali makna sejati dari “wakil rakyat”.

Ia membuktikan bahwa menjadi pemimpin bukan soal bicara, tapi soal bekerja.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius Putra Editor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *