Dugaan Keracunan MBG di Satar Mese, Dinkes Manggarai Siaga Layanan Medis dan Perketat Pengawasan

MANGGARAI, PENA1NTT.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai bergerak cepat merespons lonjakan kasus dugaan keracunan makanan yang melanda wilayah Desa Ulu Bulang, Kecamatan Satar Mese.

Hingga Kamis (12/2), tercatat sebanyak 42 kasus telah teridentifikasi, dengan rincian 39 kasus ditangani oleh Puskesmas Ponggeok dan 3 kasus di Puskesmas Iteng.

Akibat kondisi kesehatan yang menurun, sebanyak 16 pasien kini harus menjalani perawatan rawat inap intensif, sementara pasien lainnya menjalani rawat jalan.

Dugaan Kontaminasi pada Menu Makanan Bergizi

Insiden kesehatan massal ini menjadi perhatian serius lantaran menyerang berbagai kelompok masyarakat secara luas, mulai dari anak sekolah, guru, balita, ibu hamil, hingga orang tua.

Berdasarkan data awal, titik pusat kejadian berada di lingkungan SDN Ulu Belang dan posyandu setempat. Para korban diketahui memiliki riwayat mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan selama dua hari berturut-turut.

Menu yang dikonsumsi meliputi kombinasi nasi, telur, tempe, kacang panjang, dan buah salak pada Selasa (10/2), serta olahan nasi, ayam, labu, dan jagung pada Rabu (11/2).

Tak lama setelah mengonsumsi hidangan tersebut, warga mulai melaporkan gejala klinis yang identik, yakni diare akut, nyeri perut hebat, demam, hingga sakit kepala.

Langkah Penyelidikan dan Pengawasan Ketat

Menyikapi situasi darurat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai bersama tim teknis sedang melakukan investigasi epidemiologi secara mendalam.

Langkah utama yang diambil adalah melakukan pemeriksaan sampel makanan serta spesimen pasien guna memastikan sumber utama penyebab kontaminasi.

Selain uji laboratorium, pihak Dinkes juga menginstruksikan seluruh puskesmas di wilayah terdampak untuk melakukan penelusuran kasus secara aktif guna memastikan warga yang bergejala mendapatkan pelayanan medis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terkait kini dalam status siaga penuh.

Masyarakat yang mengalami gejala diare, nyeri perut, demam, atau keluhan lain setelah mengonsumsi makanan diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami meminta masyarakat tidak panik dan tetap menunggu informasi resmi dari Dinas Kesehatan,” tegas Jefrin dalam pernyataan pers yang diterima media ini, Kamis (12/02/2026).

Aktivitas Pendidikan di SDN Ulu Belang Lumpuh Total

Dampak dari insiden ini dilaporkan telah melumpuhkan aktivitas pendidikan di wilayah tersebut, khususnya di SDN Ulu Belang.

Kepala SDN Ulu Belang, Lena Lensiana Ije, mengungkapkan bahwa dari total 185 siswa, sebanyak 131 anak terpaksa absen karena sakit, ditambah 6 orang guru yang juga mengalami gejala serupa usai menyantap menu yang sama.

Kondisi sekolah yang sepi serta terbatasnya tenaga pengajar yang sehat memaksa pihak sekolah mengambil kebijakan darurat untuk menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar lebih awal dari jadwal biasanya.

“Kondisi ini membuat kami harus memulangkan siswa yang hadir lebih awal pada pukul 10.00 WITA, karena keterbatasan tenaga pengajar dan situasi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar secara normal,” pungkas Lena.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan kondisi para pasien, baik yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan.

Investigasi laboratorium diharapkan dapat segera mengungkap penyebab pasti insiden ini guna menjadi evaluasi bagi standar keamanan pangan pada program-program mendatang di wilayah Kabupaten Manggarai.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Nana Patris AgatEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *