Diterjang Angin Kencang, Ruang Kelas SDN Rabo Roboh, Aventinus Mbejak Minta Atensi Pemda Manggarai

Diterjang Angin Kencang, Ruang Kelas SDN Rabo Roboh, Aventinus Mbejak Minta Atensi Pemda Manggarai

Manggarai, pena1ntt.com – Sebuah ruang kelas darurat yang digunakan sebagai ruang belajar kelas IV SDN Rabo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh diterjang angin kencang pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 Wita.

Peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terkait keselamatan siswa dan guru, mengingat bangunan yang roboh selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN Rabo, Fransiskus Darmin, kepada media menyampaikan harapannya agar Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai dapat turun langsung meninjau kondisi ruang kelas yang roboh tersebut.

“Kami berharap Pemda Manggarai dapat datang dan melihat langsung kondisi bangunan ruang kelas yang roboh ini,” ujar Fransiskus Darmin, Rabu (14/01/2026).

Ia menambahkan, ruang kelas tersebut merupakan sarana utama pembelajaran bagi peserta didik. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap adanya perhatian dan penanganan serius dari pemerintah.

“Bangunan ruang kelas yang roboh ini selama ini digunakan untuk proses belajar mengajar. Kami sangat berharap pemerintah segera membantu memperbaiki atau membangun kembali ruang kelas tersebut agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar dan aman ke depannya,” tambahnya.

Sementara itu, secara terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari Partai PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi B, Aventinus Mbejak, merespons serius peristiwa tersebut.

Menurut Aventinus, dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi telah menyebabkan berbagai bencana, seperti longsor, banjir, rumah warga roboh, termasuk kerusakan fasilitas pendidikan.

“Memang beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi, mengakibatkan longsor, banjir, rumah warga roboh, termasuk ruangan sekolah seperti yang terjadi di SDN Rabo,” ungkap Aventinus melalui pesan WhatsApp, Rabu (14/01/2026).

Ia menegaskan, kondisi ruang kelas di SDN Rabo sejatinya sudah tidak layak digunakan sebagai tempat belajar.

“Kami sudah pernah turun langsung ke lokasi dan melihat kondisi ruang kelas tersebut. Memang sudah sangat tidak layak dijadikan tempat belajar maupun untuk kepentingan lainnya,” jelasnya.

Selain bangunan sekolah, Aventinus juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan menuju Kampung Rabo Atas yang dinilai membutuhkan penanganan serius. Saat musim hujan, para siswa harus melintasi kali kering dan jalan yang licin, sehingga berisiko tinggi terhadap keselamatan.

“Saat musim hujan, anak-anak harus melintasi kali dan jalan licin. Ini sangat berbahaya dan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Aventinus memastikan, persoalan tersebut akan segera dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah melalui dinas terkait, khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

“Ini akan menjadi atensi saya untuk disampaikan ke pemerintah daerah. Kita akan koordinasikan dalam waktu dekat,” katanya.

Ia juga mengimbau agar pihak sekolah tidak memaksakan kegiatan belajar tatap muka apabila kondisi cuaca sangat buruk.

“Kalau cuaca sangat buruk, jangan dipaksakan anak-anak ke sekolah. Lebih baik sementara waktu belajar dari rumah demi keselamatan, karena sebagian besar siswa di Rabo harus melintasi kali,” tambahnya.

Meski diakui terdapat keterbatasan anggaran akibat pengurangan transfer dari pemerintah pusat ke daerah, Aventinus menegaskan komitmen Pemda dan DPRD Manggarai untuk tetap memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur dasar.

“Pemerintah daerah bersama DPRD tetap berkomitmen memberikan perhatian untuk penanganan infrastruktur jalan, bangunan, fasilitas sekolah, dan kebutuhan masyarakat lainnya,” tutup politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sebagai informasi, SDN Rabo merupakan salah satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Reok dengan jumlah 79 siswa dan 7 guru. Sekolah ini telah terakreditasi C berdasarkan SK Akreditasi Nomor 1150/BAN-SM/SK/2021 tertanggal 11 November 2021.

Pemerintah diharapkan dapat segera merespons kebutuhan sekolah ini guna menjamin keselamatan serta kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Inok MaotEditor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *