MANGGARAI, PENA1NTT.COM — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Manggarai, pada Senin malam (1/12/2025), menjadi panggung pengakuan dan deklarasi aksi nyata reformasi layanan kesehatan.
Dipicu oleh data internal yang mengkhawatirkan—hanya 32% masyarakat Manggarai yang menyatakan puas terhadap fasilitas kesehatan—Pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai secara resmi meluncurkan inisiatif revolusioner bernama “Gerakan Peluk Sehat”.
Acara puncak yang digelar di Aula Manggarai Convention Center (MCC) Ruteng ini dihadiri lengkap oleh pimpinan daerah, termasuk Bupati Herybertus G.L. Nabit, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta perwakilan 25 UPTD Puskesmas, menyimbolkan dukungan otoritas penuh terhadap upaya memulihkan kepercayaan publik.
Gerakan ini dideklarasikan sebagai mandat untuk menghapus birokrasi kaku dan mengedepankan pendekatan Hospitality Based Care.
Gerakan Peluk Sehat Dorong Transparansi: Menggugat Kualitas Layanan
Dalam sambutan yang transparan dan lugas, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, Jefrin Haryanto, menjadikan data kepuasan publik yang rendah sebagai titik tolak gerakan.
Ia menegaskan, layanan kesehatan tidak boleh lagi menjadi rutinitas kaku, apalagi terkesan menunda dan mengabiakan pelayanan kesehatan.
“Kami melakukan Survei Kepuasan Publik dan Belanja Masalah di Fasilitas Kesehatan. Dan hasilnya menggugah: hanya 32% masyarakat yang merasa puas,” ungkap Kadis Jefrin, mengakui adanya jarak, hambatan, bahkan ketidaknyamanan yang dirasakan warga saat mengakses layanan.
Selaras dengan data tersebut, Kadis Jefrin menjelaskan, Gerakan Peluk Sehat adalah komitmen untuk mengubah wajah pelayanan kesehatan di Kabupaten Manggarai.
Gerakan tersebut berakar pada pendekatan yang fokus untuk memulihkan, bukan sekadar menyembuhkan; menatap dengan kasih, mendengar dengan empati, dan menyentuh dengan cinta.
“Peluk Sehat adalah komitmen kami untuk mengubah wajah pelayanan kesehatan. Kami ingin memulihkan, bukan sekadar menyembuhkan. Pelayanan ini berakar pada pendekatan Hospitality Based Care,” tambahnya.
Kadis Jefrin menambahkan, pelayanan sejati adalah yang paling dulu menyapa yang paling rentan, memastikan ketersediaan sarana dan SDM yang profesional.
Ia juga memastikan reformasi ini akan berfokus pada kelompok rentan yang selama ini terlupakan: anak stunting, penyandang disabilitas, ODGJ, lansia, serta penyintas TB dan HIV.
Kadis Jefrin mengajak seluruh insan kesehatan di Kabupaten Manggarai untuk mengedepankan pelayanan yang humanis. Dengan demikian, seluruh orientasi pembangunan Pemerintah dapat berjalan dengan maksimal.
“Kami mau memastikan kepada Pimpinan Daerah ini bahwa mereka tidak akan pernah jalan sendiri. They are never walk alone. Kami akan selalu ada di lini depan. Mari kita layani, mari kita pulihkan dengan hati,” pungkasnya.
Dukungan Penuh Bupati: Kesehatan Adalah Investasi
Menyambut komitmen yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan, Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit menegaskan bahwa kesehatan harus dipandang sebagai investasi krusial, bukan beban, menjadikannya pilar mutlak pembangunan daerah di Manggarai.
“Di usia HKN ini, kita harus menyelesaikan semua persoalan dengan prinsip utama seperti keterbukaan, dukungan, dan kerja bersama,” ajak Bupati Hery.
Gerakan Peluk Sehat, menurutnya, adalah upaya nyata untuk mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat Manggarai secara menyeluruh.
Bupati Hery menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini membutuhkan dukungan kolektif dan komitmen untuk melayani dengan tulus.
“Inilah janji kita bersama. Kita telah mendengar tantangan, kita telah meluncurkan solusinya. Sekarang, yang tersisa adalah komitmen untuk bekerja, melayani, dan memeluk masyarakat kita dengan tulus,” ujarnya.
Dengan tatapan penuh harap, Bupati Nabit menyuarakan keyakinan kolektif, menegaskan kembali bahwa kesehatan adalah fondasi bagi kemajuan daerah dan bangsa secara keseluruhan.
“Saya meminta kita semua untuk berjalan bersama, bahu-membahu, mewujudkan kesejahteraan menyeluruh. Dengan komitmen yang telah kita ikrarkan malam ini, saya yakin dan optimis, kesejahteraan masyarakat Manggarai akan terwujud,” ungkapnya.
Rangkaian HKN ke-61 tahun ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan yang membumi, seperti perlombaan olahraga dan bakti sosial yang melibatkan masyarakat luas.
Puncak acara turut dimeriahkan dengan penganugerahan penghargaan bagi insan tenaga kesehatan (nakes) berprestasi, sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah atas dedikasi mereka yang berada di lini terdepan pelayanan.
Dengan semangat kompetisi, gotong royong, dan penghargaan ini, Dinas Kesehatan Manggarai berharap HKN menjadi momentum refleksi kolektif dan penguatan budaya hidup sehat di seluruh penjuru Manggarai.














