Berita  

Diduga Kadis Dukcapil Matim Nyaris Baku Pukul dengan Warga, Aktivis GMNI: “Itu Menampar Wajah Bupati”

Alvino Latu, Aktivis GMNI Kupang yang berasal dari Manggarai Timur (Dok. Pribadi)

Manggarai Timur, Pena1NTT.com – Aksi arogan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kembali menuai sorotan tajam. Seorang warga mengaku nyaris dipukul dan diusir oleh Kadis Dukcapil hanya karena menggunakan meja dan kursi untuk mengisi data di ruang tunggu.

Insiden ini mendapat kecaman keras dari aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Mereka menilai sikap temperamental tersebut tidak hanya mencederai semangat pelayanan publik, tetapi juga mempermalukan institusi pemerintah daerah.

“Arogansi yang ditunjukan oleh kadis Dukcapil Matim tidak bisa dibenarkan. Jelas ini melanggar hak asasi dan mencederai semangat pelayanan publik yang prima. Sebagai pejabat publik mestinya beliau mengedepankan etika sebagai pelayan rakyat, bukan bertindak seolah raja,” tegas Alvino Latu aktivis GMNI Kupang dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).

Lebih jauh, Alvino menilai tindakan itu bukan hanya persoalan pribadi, melainkan tamparan langsung bagi Bupati Matim sebagai pimpinan birokrasi dan pemimpin rakyat.

“Tindakan ini tidak hanya mencoreng institusi, tetapi menampar wajah Bupati sebagai pemimpin daerah. Karena itu kami mendesak Bupati untuk segera mengevaluasi dan mencopot kadis Dukcapil,” lanjutnya.

Aktivis GMNI ini juga mengingatkan agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat di Matim, baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Menurut mereka, etika, adab, dan sikap melayani harus menjadi roh birokrasi, bukan kesewenang-wenangan.

“Momentum ini harus membuka mata Bupati bahwa seleksi pejabat fungsional maupun eselon harus mengedepankan meritokrasi, bukan sekadar kedekatan politik. Jika hal seperti ini terus dibiarkan, pelayanan publik di Manggarai Timur akan terus buruk,” tutup mantan Sekertaris GMNI cabang Kupang tersebut.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius PutraEditor: Irenius Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *