Desa Golo Riwu Siap Jadi Sentra Porang Nasional 2026

Kepala Desa Golo Riwu, Ignasius Didimus Loyola Mense,

Manggarai Barat, PENA1NTT.COM – Pemerintah Desa Golo Riwu, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, menyiapkan langkah strategis untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai sentra porang nasional pada tahun 2026. Pengembangan komoditas porang ditetapkan sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan desa tahun mendatang.

Kepala Desa Golo Riwu, Ignasius Didimus Loyola Mense, menyampaikan bahwa pemilihan porang didasarkan pada potensi pasar yang menjanjikan serta peluang pengembangan produk bernilai tambah. Pemerintah desa berencana mendistribusikan bibit porang unggul kepada masyarakat yang memiliki lahan produktif guna meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat posisi desa sebagai pemasok bahan baku porang.

“Pengembangan pertanian modern harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas petani, baik dari sisi keterampilan budidaya maupun pengelolaan usaha tani,” ujar Edo Mense.

Menurutnya, dengan sumber daya manusia yang siap serta ketersediaan bahan baku, desa akan memiliki daya tawar yang lebih kuat di hadapan investor. Karena itu, Pemerintah Desa Golo Riwu menggagas program Investor Serbu Desa sebagai upaya membangun ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.

Melalui program tersebut, investor di sektor pengolahan pangan diharapkan dapat membangun fasilitas produksi di desa atau membuka jalur ekspor langsung dari Golo Riwu. Langkah ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Pengembangan porang juga dikaitkan dengan peningkatan akses infrastruktur, khususnya jalan desa. Pemerintah desa menilai meningkatnya aktivitas ekonomi dan volume produksi akan mendorong kebutuhan jalur logistik yang memadai. Beberapa skema yang diproyeksikan antara lain peningkatan status jalan desa sebagai jalur distribusi hasil pertanian, penguatan data produksi sebagai dasar pengajuan anggaran ke pemerintah daerah, serta peluang kerja sama dengan investor melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Ketika ekonomi masyarakat tumbuh dan aktivitas produksi meningkat, kebutuhan infrastruktur akan menjadi bagian dari sistem logistik yang harus dipenuhi,” tambah Edo.

Pemerintah Desa Golo Riwu menegaskan bahwa kemandirian ekonomi menjadi fondasi pembangunan jangka panjang. Penguatan sektor pertanian porang diharapkan menjadi motor penggerak bagi program pembangunan lainnya, termasuk infrastruktur dan pelayanan dasar.

Dengan strategi tersebut, Desa Golo Riwu optimistis mampu tampil sebagai sentra porang nasional pada 2026 sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertanian yang berkelanjutan.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Irenius Putra Editor: Tim Editor Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *