Puisi: Pena Berdarah
Artikel  

Puisi: Pena Berdarah

Lihatlah tinta itu, kini berubah menjadi merah, mengalir dari nadi seorang anak yang dipaksa menyerah. Ia tak lagi butuh buku untuk mengeja kata “keadilan”, Sebab di negeri ini, keadilan hanyalah barang pajangan.

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.