Berita  

Anak SD di Satar Punda Terpaksa Jalan 12 Km Setiap Hari, Pemerintah Masih Tutup Mata!

Manggarai Timur 03/10/2025 pena1 ntt.com Kemerdekaan yang mestinya menghadirkan akses pendidikan layak ternyata masih sebatas mimpi di Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Hingga hari ini, anak-anak di Dusun Luwuk, Serise, dan Watu Roga tetap harus menempuh jalan penuh bahaya hanya demi bisa masuk sekolah.

Setiap hari selepas Subuh, bocah-bocah kecil ini berjalan kaki 10–12 kilometer. Bukan jalan mulus, melainkan melewati sungai, hutan lebat, bahkan mendaki perbukitan. Saat musim hujan, mereka terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai yang meluap.

Setelah menempuh perjalanan 1–2 jam, mereka tiba di sekolah dengan tenaga terkuras. Ironisnya, bukan belajar yang mereka temui pertama kali, melainkan kelas kotor yang harus dibersihkan sendiri. Lebih parah lagi, banyak kali guru baru datang pukul 08.00 atau bahkan tidak hadir sama sekali.

“Kami tetap sekolah meski capek, meski takut lewat hutan. Karena kami punya cita-cita besar,” kata Ambros, siswa 14 tahun dengan wajah letih namun penuh tekad.

Semangat anak-anak ini benar-benar mengalahkan kerasnya keadaan. Namun, apakah pemerintah pantas terus diam melihat penderitaan ini?

Warga sudah lama bersuara, meminta jalan desa diperbaiki dan sekolah diawasi dengan benar. Sayangnya, suara itu nyaris tidak pernah didengar. Hingga kini, desa mereka seolah terhapus dari peta pembangunan.

Andikha, salah satu warga, tegas menyuarakan keresahan:

“Kami tidak minta mewah, kami hanya minta jalan yang layak dan guru yang hadir penuh tanggung jawab. Jangan biarkan anak-anak kami terus jadi korban!”

Kini saatnya Kepala Desa, Dinas Pendidikan, hingga Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur membuka mata. Jika penderitaan anak-anak di Satar Punda terus diabaikan, maka jelas ada kegagalan besar dalam wajah pendidikan kita.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Nino

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *