Alumni PMKRI Manggarai Timur Dorong Kader Aktif Menjadi Lokomotif Perubahan Sosial

Para alumni yang tergabung dalam Forkoma PMKRI Manggarai Timur secara langsung hadir menyampaikan dukungan pelaksanaan MPAB ke-30 PMKRI Cabang Ruteng St. Agustinus.

MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Tantangan kepemimpinan mahasiswa di tengah gempuran disrupsi teknologi menuntut arah kaderisasi yang lebih progresif.

Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI Manggarai Timur secara tegas mendorong kader aktif PMKRI Cabang Ruteng agar bertransformasi menjadi lokomotif perubahan sosial.

Dorongan ini disampaikan para alumni dalam kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) ke-30 PMKRI Cabang Ruteng yang berlangsung di Biara Somascan Jawang, Borong pada 25–29 Januari 2026.

Redefinisi Militansi di Tengah Arus Digitalisasi dan Laboratorium Pembinaan

Ketua DPC Forkoma PMKRI Manggarai Timur, Tino Rani, memberikan ulasan kritis mengenai urgensi adaptasi teknologi dalam tubuh organisasi.

Ditegaskan oleh alumni PMKRI Cabang Kupang ini, militansi kader pada era kontemporer tidak boleh terjebak dalam batas penguasaan retorika konvensional.

Menurutnya, standar militansi saat ini telah mengalami pergeseran, di mana kecakapan orasi wajib berpadu dengan kemahiran teknologi sebagai modalitas utama dalam memenangkan persaingan di level global.

“Dunia melaju sangat pesat tanpa kompromi. Kami mendorong kader aktif PMKRI untuk menjadi pemimpin perubahan, bukan pengikut arus. Kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) wajib dikuasai sebagai instrumen perjuangan demi kepentingan masyarakat luas,” tegas Tino.

Ia menambahkan bahwa nilai militansi sejati saat ini tercermin dari kerelaan kader dalam mengesampingkan ego pribadi demi kolaborasi strategis.

“Penguasaan instrumen digital menjadi syarat mutlak agar organisasi mampu menghadirkan solusi nyata di tengah kompetisi dunia yang kian teknokratis,” tambahnya.

Dukungan senada datang dari Yosef Hardi Himan, Pengurus DPD Forkoma PMKRI provinsi NTT yang juga membuka secara resmi pelaksanaan kegiatan.

Dalam ulasannya, ia menekankan bahwa organisasi PMKRI merupakan laboratorium kepemimpinan yang menuntut totalitas tanpa kompromi.

Hardi memandang proses kaderisasi sebagai ruang pengujian, tempat kecerdasan intelektual wajib berpadu dengan kepekaan batin agar kader tidak hanya cerdas secara teori, namun juga tajam secara empati.

Karena itu, ia menuntut adanya investasi pikiran dan emosional dari setiap calon anggota untuk menghadapi realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

“Peserta wajib menghadirkan pikiran dan keterlibatan hati secara penuh, bukan sekadar hadir secara fisik di ruangan ini. Setiap tahapan pendidikan memiliki esensi yang harus diserap secara mendalam sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” ungkap Hardi.

Lebih lanjut, Hardi meyakini bahwa kualitas pemimpin masa depan ditentukan oleh ketangguhan seseorang dalam menempuh proses yang berat dan berjenjang.

Menurutnya, PMKRI tidak menawarkan jalan pintas menuju kesuksesan, tetapi menawarkan proses yang matang untuk membentuk karakter yang tahan banting.

“Di tempat ini, idealisme kalian ditempa melalui disiplin yang ketat. Kualitas kepemimpinan kalian di masa depan merupakan buah dari keseriusan dalam mengikuti setiap dinamika organisasi yang dijalani hari ini,” pungkasnya.

Sinergi Nilai dan Kolaborasi Pembinaan

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng periode 2024-2026, Margaretha Kartika, menyambut hangat perhatian dan dorongan yang disampaikan oleh para alumni.

Bagi Kartika, dorongan alumni agar kader menjadi lokomotif perubahan merupakan mandat yang harus dijawab dengan kualitas kerja nyata.

Ia meyakini, bimbingan dari para senior merupakan jembatan yang menghubungkan idealisme mahasiswa dengan realitas dunia kerja dan sosial.

“Kami mengapresiasi dukungan penuh dari para alumni. Dorongan ini menjadi pengingat bagi kami bahwa kader aktif harus mampu berdiri di garis depan perubahan, terutama dalam mengintegrasikan nilai-nilai Tiga Benang Merah dengan kemajuan teknologi saat ini,” tutupnya.

Melalui sinergi antara semangat muda para kader dan pengalaman para alumni, MPAB ke-30 ini diharapkan menjadi jembatan estafet nilai yang kokoh.

Para alumni berharap, lulusan MPAB kali ini mampu menjadi transformator sosial yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap jeritan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *