Berita  

Aktivis Kemanusiaan Manggarai Timur Desak Polres Matim Tangkap Pelaku Percobaan Pemerkosaan Terhadap Anak di Compang Tenda

Aktivis Kemanusiaan Manggarai Timur, Andri Saje Desak Polres Matim Tangkap Pelaku Percobaan Pemerkosaan Terhadap Anak di Compang Tenda

Manggarai Timur, pena1ntt.com – Kasus percobaan permerkosaan terhadap anak berusia 14 tahun di Desa Compang Tenda, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, pada Minggu (26/10/2025), memicu kemarahan publik. Seorang aktivis kemanusiaan di Manggarai Timur, Andri Saje, mendesak Polres Matim segera menangkap pelaku dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Menurut informasi yang dihimpun media ini, korban berinisial Y nyaris menjadi korban pemerkosaan oleh seorang pria beristri. Pelaku diduga mengancam korban menggunakan parang saat mencoba memaksanya melakukan hubungan seksual. Beruntung korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan warga sekitar.

Menanggapi kejadian tersebut, Andri Saje menilai bahwa tindakan pelaku termasuk kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak boleh dibiarkan tanpa proses hukum tegas.

“Itu kejahatan luar biasa dan harus ditindak cepat. Pelaku harus segera ditangkap dan harus dihukum seberat-beratnya. Kami siap kawal kasusnya tersebut,” tegas Andri Saje kepada media ini, Senin (27/10/2025).

Andri menegaskan, tindak kekerasan seksual terhadap anak adalah pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

“Anak adalah korban paling rentan. Negara melalui aparat kepolisian wajib hadir memberi perlindungan dan memastikan pelaku dihukum berat agar ada efek jera,” ujarnya.

Aktivis PMKRI ini juga meminta Polres Manggarai Timur untuk segera memproses laporan keluarga korban secara profesional, transparan, dan berpihak pada korban.

“Jangan tunggu viral baru bertindak. Ini soal kemanusiaan dan keadilan bagi anak-anak kita. Kami dari jaringan aktivis siap mengawal hingga pelaku benar-benar dijerat hukum,” tegas Andri menambahkan.

Masyarakat Compang Tenda berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut, mengingat pelaku masih berkeliaran dan menimbulkan rasa takut di lingkungan warga. Mereka meminta agar kasus ini menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak ada lagi korban berikutnya.

IMG-20260217-WA0004

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *