Pemberitaan ini dirilis oleh Sisilia ‘Sonya’ Bhoko (Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang)
KUPANG, PENA1NTT.COM – Menjelang perayaan ulang tahun pertamanya pada tanggal 28 Desember mendatang, Paroki St. Maria Immaculatta semakin menegaskan langkahnya sebagai paroki baru yang sedang berkembang dan berjalan dalam napas pelayanan pastoral bagi umat.
Paroki ini resmi dimekarkan pada tanggal 28 Desember 2024 (tahun lalu) melalui Keputusan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Sejarah Singkat Paroki Battuna
Meskipun belum genap setahun, dinamika historis Paroki Battuna sebagai komunitas umat beriman sudah dimulai berpuluh-puluh tahun sebelum pemekaran, dan kini mencapai lembaran baru dalam pelayanan pastoral.
Pertumbuhan Gereja Katolik di Battuna dimulai pada tahun 1948 dengan masuknya Korinus Nitti ke dalam gereja Katolik melalui pernikahannya dengan Maria Hano.
Pasangan ini awalnya harus pergi pulang ke Baumata untuk berdoa hingga pada tahun 1953. Mereka mendirikan Kapela pertama di Oekoro, dengan 3 keluarga dan 12 orang umat.
Dari kelompok kecil ini, pada 8 Desember 1953, P. Yohanes Kersten, SVD membaptis Thimotius Seko dan Bendelina Seko, disusul pembaptisan Sarmolina SofinNitti dan Fransiskus Xaverius Nitti pada 24 Desember 1954. Pada tahun ini juga, tiga orang bersaudara bergabung menjadi Katolik.
Dalam kurun waktu 10 November 1955 sampai 1957, sekitar 4 orang dibaptis, dan umat semakin banyak, terutama ketika keluarga besar Runesi, Fufu, Nitti, dan Obehetan bergabung pada Agustus 1962.
Hal ini disusul oleh keluarga besar Tameno dua bulan kemudian , dan keluarga besar dari Naituka, Ofatoo, serta Kisan (Tenis, Runesi, Taebenu, Nitti, dan Obehetan).
Gereja yang didirikan di Pakamna (lokasi paroki Battuna saat ini) diresmikan oleh Mgr. Gregorius Monteiro, SVD pada tahun 1972. Sehari setelah peresmian, ia juga memberikan sakramen permandian, komuni pertama, perkawinan, dan Krisma.
Laporan akhir tahun 1972 mencatat bahwa jumlah umat yang telah menerima sakramen permandian saat itu berjumlah 168 jiwa.
Tahun 1980-an sampai akhir 1990-an, pertumbuhan umat semakin diarahkan pada upaya pemahaman dan penghayatan iman secara benar.
Pertumbuhan ini mengubah Battuna dari satu stasi menjadi empat stasi, yakni Stasi induk St. Maria Immaculatta Battuna, Stasi St. Petrus Kisan, Stasi St. Yosephus Oelnaibano, dan Stasi St. Stefanus Bitobu.
Pada 13 Maret 2012, Umat Wilayah Battuna, Amarasi Barat, untuk pertama kalinya memiliki seorang pastor yang menetap, yaitu Pastor Christoforus Ruu Muda, Pr. Momen inilah yang perlahan-lahan mengembangkan Battuna menjadi bakal stasi, dan kemudian menjadi paroki.
Berdirinya Paroki St. Maria Immaculatta
Sebelum resmi mekar, Paroki Battuna merupakan salah satu bakal paroki (sebelumnya stasi) di bawah wewenang Paroki Induk, yakni Paroki St. Yohanes Pemandi Buraen.
Pemekaran paroki ini dilakukan atas pertimbangan pastoral, yaitu: jumlah umat yang bertambah, luasnya jarak tempuh dan pelayanan, serta kebutuhan pendampingan pastoral yang lebih mendesak bagi umat di wilayah Amarasi Barat (Battuna dan sekitarnya).
Peresmian yang telah dinantikan puluhan tahun ini ditandai dengan misa pemberkatan Gereja, pembacaan Surat Keputusan Keuskupan Agung Kupang, dan penetapan Pastor Paroki Pertama.
Pastor Paroki Battuna, RD. Fransiskus Xaverius Bonlay, menyatakan bahwa pelayanan terhadap umat harus semakin dekat, berdampak, dan menyentuh keseharian umat.
Sejak saat itu, Paroki St. Maria Immaculatta Battuna mulai menata diri sebagai Paroki di wilayah Amarasi Barat, mencakup wilayah pelayanan Battuna dan wilayah Baun.
Penataan ini diawali dengan Penetapan Struktur Organisasi Paroki, Penetapan Dewan Paroki, Penataan Administrasi Paroki, dan penyusunan arah pastoral.
Perkembangan dalam Satu Tahun Pertama
Dalam kurun waktu satu tahun ini, berbagai kegiatan pastoral di paroki berjalan semakin teratur.
Pelayanan sakramen (baptis, komuni pertama, Ekaristi, dan sakramen orang sakit), katekese, kegiatan OMK, Sekami, serta kunjungan rutin ke keluarga-keluarga atau Kelompok Umat Basis (KUB) semakin gencar dilaksanakan oleh Pastor dan Frater TOP yang bertugas.
Umat juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan paroki atau kegiatan kategorial lainnya. Kelompok kategorial seperti OMK, Sekami, dan THS-THM mulai menunjukkan perkembangan baru dengan semangat pelayanan dan kreativitas yang semakin terukur.
Meskipun di tengah keterbatasan sarana prasarana, umat, para agen pastoral, dan pastor bahu-membahu menumbuhkan iman gereja.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Sebagai paroki muda, tantangan yang dihadapi cukup nyata, mulai dari sarana dan prasarana yang belum seratus persen memadai hingga keterbatasan agen pastoral. Namun, semangat persaudaraan umat sebagai saudara seiman menjadi cahaya yang menerangi perjalanan di awal paroki ini.
“Usia paroki kami baru setahun, tetapi kami akan terus bertumbuh sebagai Persekutuan iman yang saling peduli dan melayani dengan sepenuh hati agar terus berdampak,” tutur Pastor Paroki saat ditemui.
Ia menambahkan bahwa sejarah panjang perjalanan umat di Battuna adalah dasar yang kokoh bagi perjalanan paroki ini ke depan.
Menyambut ulang tahun perdana, Paroki St. Maria Immaculatta telah mempersiapkan rangkaian kegiatan Syukur yang akan melibatkan seluruh umat.
Pada ulang tahun pertama ini juga akan dilangsungkan penerimaan Sakramen Krisma oleh Mgr. Hironimus Pakaenoni.
Ulang tahun ini tidak hanya menjadi momentum perayaan bersama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan identitas paroki dalam jejak sejarah yang kini berkembang sebagai benih yang telah tumbuh menjadi pohon tempat burung-burung bersarang.














