Sejarah Sosial Gereja Santo Fransiskus Xaverius Boawae

Berita dirilis oleh: Clementino Farrelius Dhai Beo

NAGEKEO, PENA1NTT.COM – Paroki Santo Fransiskus Xaverius Boawae di Nagekeo didirikan sebagai sebuah paroki pada tahun 1940.

Sejarah terbentuknya Gereja di Boawae berakar dari perkembangan pesat umat Katolik di wilayah Ngada, yang kemudian mendorong pendirian paroki-paroki baru, termasuk Gereja Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Boawae, yang menjadi pusat rohani dan pendidikan bagi kader bangsa di era pasca-kemerdekaan.

Gereja ini juga terbentuk berkat dorongan para tokoh lokal yang cerdas untuk membangun kualitas sumber daya manusia di tengah kebodohan dan kemiskinan, menjadikannya lebih dari sekadar tempat ibadah, tapi juga pusat pendidikan dan kaderisasi.

Agama Katolik masuk Boawae pada tahun 1915, suatu era dimana masyarakat di daerah itu belum mengenal agama.

Masyarakat masih hidup dengan budaya dan adat istiadat dan rata-rata buta huruf. Suatu kondisi yang cukup sulit untuk bisa menerima hal-hal baru termasuk kehadiran ajaran gereja Katolik.

Namun berkat kerja keras para misionaris yang datang bersama para pedagang dan penjajah, ajaran Gereja Katolik akhirnya bisa diterima masyarakat Bawae.

Kehadiran agama Katolik di Boawae ditandai dengan peristiwa pembaptisan sembilan siswa sekolah dasar oleh Perfektur Apostilik Sunda Kecil, Mgr. Petrus Noyen, SVD dalam perjalanan dari Aimere ke Ende.

Setelah pembaptisan sembilan anak usia sekolah itu, gereja dengan bangunan layak tidak lantas berdiri di Boawae. Kondisi ekonomi masyarakat dan sumber daya manusia yang ada saat itu tidak memungkinkan berdirinya sebuah bangunan gereja yang representatif.

Butuh waktu 24 tahun setelah masuknya agama Katolik di Boawae, bagi masyarakat Boawae dan Umat Katolik Boawae memiliki sebuah bangunan gereja yang layak.

Tepatnya pada tahun 1939, Umat Katolik Boawae bersama Pastor Paroki St. Fransiskus Xaverius saat itu, Pater Petrus Rozing, SVD mendirikan Gereja Boawae.

Gereja ini, yang secara resmi bernama Gereja Paroki Santo Fransiskus Xaverius, Boawae, didirikan sebagai respons terhadap pertumbuhan umat Katolik di daerah tersebut.

la didedikasikan untuk Santo Fransiskus Xaverius, seorang santo misionaris terkenal, yang melambangkan semangat evangelisasi dan pelayanan.

Gereja ini menjadi simbol penting perkembangan iman dan pendidikan di Nagekeo, berfungsi sebagai pusat kegiatan rohani dan pendidikan bagi masyarakat setempat.

Gereja Boawae (Santo Fransiskus Xaverius) terbentuk sebagai respons terhadap pertumbuhan iman Katolik di wilayah tersebut, didukung oleh tokoh-tokoh misionaris dan pemimpin lokal yang juga fokus pada pendidikan (seperti di Kotagoa), menjadikannya bagian integral dari sejarah sosial dan keagamaan masyarakat Nagekeo/Ngada.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Nana Patris Agat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *