Menabur Iman, Menuai Pertumbuhan: Perjalanan Pembangunan Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata

Artikel ini dirilis oleh: Fransiska Aprilia Mamulak

KUPANG, PENA1NTT.COM – Gereja Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, yang berada di bawah naungan Paroki St. Yosef Pekerja Penfui, terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak diresmikan oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr., pada 14 Desember 2019.

Saat ini, stasi Naimata bahkan telah memiliki seorang Co Pastor, Romo Fransiskus Atamau, Pr, yang ditunjuk langsung oleh Uskup Agung Kupang untuk melayani umat di Stasi Naimata.

Pertumbuhan iman Katolik di Naimata berawal dari sebuah keluarga kecil pada tahun 1946. Hanya berselang setahun, pada 1947, umat setempat menggagas pendirian gereja pertama, yang dibangun secara sederhana dengan dinding dan atap daun.

Bangunan itu kemudian ditingkatkan menjadi semi permanen pada 1949, dan pada tahun 1967, berdirilah gereja permanen yang kini diakui sebagai salah satu gereja tertua di Kota Kupang.

Dalam perjalanan sejarahnya, terdapat tokoh penting bernama Barnabas Bois (Nabas), seorang pedagang kayu non-Katolik yang memainkan peran krusial.

Ia tertarik pada ajaran Gereja setelah menerima Rosario dari seorang Pastor, dan kemudian menjadi penggerak pertumbuhan iman, mengajar keluarga dan warga sekitar meski menghadapi banyak tantangan.

Upaya pembangunan gereja baru mulai digagas pada tahun 2007 dan direalisasikan lewat pembangunan fondasi pada 2008, meskipun sempat terhenti karena keterbatasan dana.

Pembangunan kembali dilanjutkan pada 2010 melalui pencanangan tiang pertama pada 17 November yang dimaknai sebagai gerakan kebersamaan umat.

Semangat persatuan ini terlihat jelas pada 28 November 2010, ketika umat bergotong royong mendirikan 10 tiang utama gereja sebagai simbol persatuan.

Demi menyelesaikan pembangunan akhir gereja, umat juga menggelar konser penggalangan dana pada November 2019 dengan menghadirkan Jodie, finalis Indonesian Idol 2019, yang mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Kini, Stasi Naimata dihuni oleh sekitar 400 kepala keluarga dari berbagai latar belakang budaya. Untuk menopang pelayanan yang berkembang ini, Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata telah memiliki 13 Kelompok Umat Basis (KUB).

KUB ini menjadi garda terdepan dalam koordinasi umat, pelayanan lingkungan, dan pendampingan iman, menandai struktur komunitas yang semakin tertata dan efektif dalam mendukung pelayanan pastoral.

Stasi saat ini tengah berada dalam masa pembangunan pastoran. Pembangunan ini menjadi langkah penting dalam menunjang pelayanan imam, aktivitas kategorial, serta koordinasi kegiatan gerejawi yang semakin berkembang seiring bertambahnya jumlah umat.

Momentum penting lainnya adalah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Santo Fransiskus Xaverius, pelindung stasi, yang jatuh pada 3 Desember.

Untuk memperingati momen tersebut, umat Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata telah melaksanakan Misa perayaan HUT pada 7 Desember lalu.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur, tetapi juga memperteguh semangat kebersamaan umat dalam membangun Gereja secara rohani maupun struktural.

Dengan perjalanan sejarah dan perkembangan yang terus berlanjut, Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata semakin menunjukkan komitmen untuk menjadi komunitas iman yang hidup, bertumbuh, dan melayani.

IMG-20260217-WA0004
Penulis: Nana Patris Agat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *