MANGGARAI TIMUR, PENA1NTT.COM – Upaya pendampingan teknis kepada para petani terus dilakukan oleh Maxi Agri. Salah satu bentuk komitmen tersebut terlihat dari kegiatan pendampingan penyemprotan obat Superfos oleh perwakilan Maxi Agri, Masten Roman, di lahan persawahan milik salah satu petani di Tambak, Desa Nanga Labang, Kabupaten Manggarai Timur.
Masten menjelaskan bahwa sejauh ini petugas lapangan Maxi Agri tidak hanya bertugas memberikan sosialisasi produk, tetapi juga mendampingi petani sejak awal, termasuk cara penggunaan obat-obatan pertanian. Salah satu yang menjadi fokus adalah Superfos Insektisida untuk pengendalian hama putih yang selama ini menjadi kendala di beberapa lahan padi.
“Pendampingan kami dilakukan dari awal, terutama terkait cara penggunaan obat-obatan seperti Superfos. Tujuannya agar petani tidak hanya memakai produk, tetapi menggunakannya dengan tepat sasaran,” ujar Masten Roman.
Dukungan pendampingan ini mendapat respons positif dari para petani, termasuk salah satu petani muda atau petani “milenial”, Andri Saje. Ia menilai kehadiran pendamping lapangan sangat penting agar petani tidak keliru dalam penggunaan produk, terutama terkait dosis dan waktu aplikasi.
“Kami butuh penyuluhan rutin, jangan sampai salah dosis. Selama ini kami menggunakan Superfos Insektisida untuk pengendalian hama putih, dan pendampingan seperti ini sangat membantu,” tegas Andri.
Masten Roman juga menjelaskan produk Maxxi Agri jenis obat “Superfos” merujuk pada jenis produk pertanian insektisida. Insektisida Superfos mengandung bahan aktif kloropirifos dan sipermetrin untuk mencegah dan mengatasi hama ulat gerayap pada tanaman.

Pendampingan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani dalam menggunakan produk pertanian secara tepat sehingga hasil produksi dapat meningkat, sekaligus meminimalisir risiko salah penggunaan obat yang dapat merugikan tanaman.
Dengan pendampingan berkelanjutan dari Maxi Agri, para petani di Manggarai Timur diharapkan semakin siap menghadapi tantangan hama serta mampu meningkatkan produktivitas pada musim tanam berikutnya.














