LABUAN BAJO, PENA1NTT.COM — Fenomena sapi berkeliaran di kawasan Labuan Bajo kembali menjadi sorotan publik. Di tengah ambisi pemerintah menjadikan destinasi ini sebagai kawasan pariwisata super premium, pemandangan sapi yang bebas lalu-lalang di jalan raya, area publik, hingga dekat perkantoran, justru menampilkan kontras yang memprihatinkan.
Pantauan media pena1ntt.com, Minggu (30/11/2025) siang, belasan sapi tampak berkeliaran tanpa pengawasan pemilik di sepanjang Jl. Raymundus Rambu No.01 , Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Hewan-hewan tersebut terlihat memadati lahan kosong di dekat permukiman warga, melintas di jalan umum, bahkan keluar masuk beberapa kompleks sekolah menuju SMIP di wilayah Desa Batu Cermin.
Warga sekitar mengaku fenomena ini bukan hal baru. Aktivitas ternak yang dibiarkan berkeliaran seperti ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan tak kunjung ditangani secara serius. Mereka menilai lemahnya kontrol pemerintah dan rendahnya kesadaran pemilik ternak menjadi akar persoalan yang terus berulang.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekesalannya kepada media.
“Saya tidak habis pikir dengan kondisi yang ada. Sapi yang berkeliaran di wilayah kami ini sangat banyak, entah siapa pemiliknya. Seolah-olah ada aksi pembiaran. Keterlaluan betul,” ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Desa Batu Cermin dan Satpol PP Manggarai Barat mengambil langkah tegas.
“Kami warga memohon agar aparat pemerintah menindak sapi-sapi yang tidak jelas pemiliknya. Kami sudah sangat resah dan tidak nyaman selama ini,” katanya.
Warga tersebut juga mengusulkan agar pemerintah desa membentuk unit khusus untuk menangani ternak liar.
“Bila perlu ada divisi khusus dari Pemdes untuk penanganan ternak liar, supaya ada patroli setiap hari,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Batu Cermin maupun Satpol PP Manggarai Barat terkait langkah penertiban sapi liar di kawasan tersebut.
Fenomena ini menjadi ironi tersendiri bagi Labuan Bajo—destinasi yang terus dipromosikan sebagai etalase pariwisata premium Indonesia, namun masih dihadapkan pada persoalan dasar pengelolaan lingkungan dan ketertiban umum.














