Berita  

Doni Parera Diminta Hentikan Narasi Provokatif, Yosef Yakop Minta Polisi Bertindak

Doni Parera Diminta Hentikan Narasi Provokatif, Yosef Yakop Minta Polisi Bertindak(Dok. Istimewa)

Manggarai Barat, PENA1NTT –  Yosef Yakop, yang juga dikenal sebagai Tua Teno atau Pasa Terlaing, menyampaikan kritik keras terhadap Doni Parera terkait sejumlah pernyataan yang dinilai memprovokasi masyarakat dalam polemik sengketa tanah adat di wilayah Manggarai Barat.

‎Menurut Yosef, dirinya merasa kecewa setelah mengikuti berbagai pernyataan Doni Parera di sejumlah media. Ia menilai narasi yang disampaikan Doni cenderung memicu konflik di tengah masyarakat.

‎“Saya lelah mendengar narasi provokasi dan pernyataan yang menurut saya tidak benar. Saya sangat kecewa dengan perilaku seperti ini,” ujar Yosef.

‎Yosef juga menyinggung sikap Doni Parera yang disebutnya kerap membela masyarakat adat Mbehal. Ia mempertanyakan apakah Doni mengetahui adanya putusan Mahkamah Agung terkait Bonavantura Abunawan.

‎“Apakah dia tahu atau pura-pura tidak tahu bahwa Bonavantura Abunawan pernah diputus oleh Mahkamah Agung terkait perkara peta adat Mbehal,” tambah Yosef.

‎Selain itu, Yosef menilai tudingan mengenai dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung mafia tanah merupakan pernyataan yang serius dan berpotensi merendahkan institusi kepolisian.

‎“Pernyataan seperti itu sangat merendahkan institusi polisi,” katanya.

‎Karena itu, Yosef meminta aparat kepolisian untuk menelusuri pihak-pihak yang dianggap menyebarkan provokasi di tengah masyarakat. Ia juga menyebut Doni Parera bukan berasal dari wilayah Boleng dan dinilai tidak memahami adat Manggarai secara menyeluruh.

‎Yosef mengkhawatirkan situasi di lapangan dapat memicu konflik sosial apabila polemik ini tidak segera diredam.

‎“Jika situasi ini tidak segera ditangani, dikhawatirkan masyarakat yang selama ini merasa terintimidasi akan melakukan perlawanan, dan itu sangat berbahaya,” ujarnya.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat adat Terlaing disebut berencana mendirikan pondok di lahan yang telah bersertifikat. Namun, menurut Yosef, upaya tersebut mendapat penolakan dari Bonavantura Abunawan dan Doni Parera beserta kelompoknya.

‎“Saya berharap polisi tidak kalah dengan para provokator dalam persoalan tanah ini,” tutup Yosef.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Doni Parera maupun Bonavantura Abunawan terkait pernyataan Yosef Yakop tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *